Jelang Idul Adha, 309 Sapi Positif PMK, Jajaran Polres Kendal Pantau Penjualan Hewan

Kendal, investigasi.news – Mendekati Idul Adha temuan hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) di Kabupaten Kendal masih cukup tinggi. Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, sebanyak 309 Sapi positif PMK.

Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, 309 sapi yang positif PMK itu tersebar di 10 kecamatan. Yakni di Kecamatan Patean ada 111 kasus, Pageruyung 44, Plantungan 19, Sukorejo 74, Kangkung 6, Patebon 7, Gemuh 8, Singorojo 17, Boja 5, dan kecamatan Limbangan ada 18 kasus. “Dari 20 Kecamatan di Kendal, ada 10 kasus PMK pada hewan ternak, dan semuanya sapi,” jelas Pandu.

Dijelaskan total kasus PMK di Kendal ada 833 kasus. Kasus aktif 309, kasus baru 12, sembuh 503, mati ada 4, dan yang dipotong ada 7 ekor.

“Setiap hari, petugas kesehatan dari kami, juga berkeliling ke tempat penjualan hewan kurban untuk melihat kondisi kesehatan hewannya,” ujar Pandu.
Sementara itu, penjualan hewan kurban jenis sapi kian menurun.

Pedagang sapi di Desa Lanji Kecamatan Patebon, Edi Subiyanto mengatakan, penurunannya mencapai 30 persen. “Sapi yang terjual baru sekitar 45 ekor. Padahal pada tahun-tahun sebum ada wabah PMK, penjualan sapi untuk kurban sekitar 60 sampai 80 ekor, ” kata Edy.
Sedangkan untuk mencegah penyebaran PMK di pasar Hewan Wagean Desa Gondang Cepiring, petugas Polsek Cepiring melakukan pengawasan dan pengecekan Kamis 07 Juli 2022. Kapolsek Cepiring AKP Agung Setio Nugroho memberikan imbauan dan pengecekan hewan yang dijual di pasar hewan ini.
“Kita melaksanakan pemantauan dan memberikan imbauan kepada pedagang untuk menjaga kesehatan.

Selain itu juga memberikan penyuluhan kepada pedagang kambing untuk menjaga kebersihan kandang sehingga hewan hewan ternak tidak mudah terkena wabah penyakit,” katanya.

Dalam pemantauan dan pengecekan tersebut tidak ditemukan hewan kambing yang terkena penyakit kuku dan mulut. Peni