Padang, investigasi.news – Dody Hanggodo selaku Menteri Pekerjaan Umum (PU) melakukan kunjungan kerja ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun di Kota Padang. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam menjamin keberlanjutan infrastruktur air bersih pascabencana sekaligus mengawal proyek strategis penyediaan air minum bagi masyarakat,
(01/02).
Dalam peninjauan tersebut, Menteri PU melihat secara langsung kondisi fisik IPA Gunung Pangilun yang terdampak bencana. Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah komponen penting, mulai dari bangunan utama instalasi, sistem intake, hingga jaringan distribusi yang berfungsi menyalurkan air bersih kepada warga.
Selain inspeksi lapangan, rombongan juga menerima pemaparan teknis terkait rencana rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas tersebut. Program penanganan yang disusun tidak hanya berorientasi pada pemulihan jangka pendek, tetapi dirancang sebagai solusi permanen yang lebih tangguh terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan daerah dengan arah kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, IPA Gunung Pangilun merupakan elemen vital dalam sistem pelayanan air minum Kota Padang sehingga penanganannya harus bersifat menyeluruh dan berjangka panjang, berbasis mitigasi risiko bencana.
Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas tiga rencana proyek strategis untuk memperkuat sistem penyediaan air minum di Kota Padang, yaitu:
1. Pembangunan SPAI Baru Intake Kananung Kota guna menambah sumber air baku serta meningkatkan ketahanan distribusi ketika terjadi gangguan pada sumber yang ada.
2. Pembangunan IPA Tabang 2 yang diproyeksikan menambah kapasitas produksi air bersih agar mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
3. Relokasi IPA Gunung Pangilun dengan kapasitas sekitar 500 liter per detik. Relokasi ini direncanakan mendapat dukungan Kementerian PU dan dinilai penting untuk memindahkan fasilitas ke lokasi yang lebih aman dari ancaman bencana.
Hendra menjelaskan bahwa relokasi tersebut bukan sekadar pemindahan fasilitas, melainkan bagian dari transformasi sistem pelayanan air minum di Kota Padang. Dengan desain yang lebih modern dan tahan terhadap risiko bencana, diharapkan gangguan layanan akibat kondisi ekstrem dapat diminimalkan.
Kunjungan kerja ini juga dihadiri oleh anggota DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Wali Kota Padang Fariy Amin. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam mengatasi tantangan krisis air bersih.
Pemerintah pusat menegaskan pentingnya perencanaan teknis yang matang, mulai dari penentuan lokasi hingga pelaksanaan di lapangan, agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Data terbaru menunjukkan bahwa realisasi usulan bantuan rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur air minum di Kota Padang telah mencapai sekitar 65 persen. Capaian tersebut mencakup pengembangan sumber air baru, penguatan jaringan distribusi, pembangunan tangki penampung, hingga jaringan perpipaan.
Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan layanan air minum yang lebih optimal, memenuhi standar kualitas, serta menjamin keamanan dan ketahanan sistem bagi masyarakat Kota Padang di masa depan. Ns








