Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Nasional di Dharmasraya Makan Korban

More articles

Dharmasraya – Kondisi memprihatinkan kembali terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Muaro Kalaban (batas Jambi) hingga Kiliran Jao (batas Riau), Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Jalan nasional yang menjadi jalur vital antarprovinsi itu kini dipenuhi lubang menganga yang mengancam keselamatan pengguna jalan setiap saat.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan hampir merata di sepanjang ruas tersebut. Lubang dengan berbagai ukuran dan kedalaman tersebar di badan jalan tanpa adanya rambu peringatan atau tanda pengaman. Kondisi ini semakin berbahaya saat malam hari maupun ketika hujan turun, karena lubang tertutup genangan air dan sulit terdeteksi pengendara.

Korban terbaru kembali jatuh pada 28 Februari 2026. Insiden terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Kenagarian Sungai Kambut KM 2, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Seorang pengendara roda dua dilaporkan terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam hingga mengalami kecelakaan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan akibat kerusakan jalan yang belum juga ditangani secara serius.

Hingga kini, belum terlihat langkah konkret dari pihak penyelenggara jalan, yakni PJN Wilayah II Sumatera Barat melalui PPK 2.2. Selain minim perbaikan, di sejumlah titik bahkan tidak ditemukan pemasangan rambu peringatan darurat yang seharusnya menjadi standar keselamatan.

Menanggapi hal tersebut Ketua LSM Ampera, Edwar Bendang, dengan tegas meminta pertanggungjawaban pihak PPK 2.2 atas insiden yang terus berulang.

“Korban sudah kembali jatuh. Ini bukan lagi sekadar keluhan masyarakat, ini persoalan keselamatan jiwa. PPK 2.2 harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Jalan ini berada di bawah kewenangan mereka,” tegas Edwar.

Ia menilai pembiaran kerusakan jalan nasional yang berlangsung menahun patut dipertanyakan.

“Jika belum bisa melakukan perbaikan total, setidaknya lakukan tambal sulam darurat dan pasang rambu di setiap titik berbahaya. Jangan sampai ada kesan sengaja membiarkan jalan rusak tanpa penanganan,” tambahnya.

LSM Ampera juga mendesak adanya transparansi terkait anggaran pemeliharaan jalan nasional di wilayah tersebut serta meminta instansi terkait di tingkat provinsi dan pusat segera turun tangan.

Masyarakat berharap pemerintah segera bertindak cepat dan terukur. Selain mengancam keselamatan, kerusakan jalan ini juga berdampak pada kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi di jalur strategis penghubung Sumatera Barat, Jambi, dan Riau.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PJN Wilayah II Sumatera Barat PPK 2.2 belum memberikan keterangan resmi terkait insiden terbaru maupun keluhan masyarakat atas kerusakan parah Jalan Lintas Sumatera di Dharmasraya.

Ardhi Piliang

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest