Diduga Lalai, Polsek Pangkalan Disorot dalam Penanganan Kasus Pengeroyokan Sopir Travel

More articles

 

Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap dua sopir travel di wilayah hukum Polsek Pangkalan menuai sorotan. Aparat kepolisian setempat diduga tidak responsif saat korban berupaya melaporkan kejadian tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada dini hari di ruas jalan lintas Sumbar–Riau, tepatnya di kawasan Koto Alam (Kelok 17) hingga Sibumbun. Insiden bermula dari percekcokan antara dua sopir travel dengan sejumlah pengguna jalan lain yang berujung aksi pengeroyokan (30/03).

Dua korban diketahui bernama Alfin dan Ferly, yang berprofesi sebagai sopir travel. Keduanya diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar lima orang yang disebut-sebut merupakan warga Pekanbaru. Hingga kini, identitas para pelaku masih belum diketahui.

Usai kejadian, Alfin didampingi saudaranya, Ari, mendatangi Polsek Pangkalan untuk melaporkan peristiwa tersebut sekaligus mengurus visum. Namun, pihak keluarga mengaku tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya.

Menurut Ari, aparat kepolisian terkesan tidak kooperatif dalam menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami sudah berupaya melapor dan meminta agar visum segera diproses, tapi tidak ada respons. Kami sampai pukul 01.00 WIB di Polsek Pangkalan, namun tidak ada kejelasan,” ungkap Ari saat diwawancarai melalui sambungan telepon.

Karena tidak mendapatkan penanganan yang diharapkan, Alfin akhirnya dibawa ke Pekanbaru untuk melanjutkan proses visum. Sementara itu, korban lainnya, Ferly, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Payakumbuh.

Pihak keluarga menyayangkan sikap aparat yang dinilai lamban dalam menangani kasus tersebut. Mereka berharap kepolisian dapat lebih sigap dan profesional, terutama dalam menangani kasus yang menyangkut keselamatan warga.

Kasus ini pun memunculkan pertanyaan publik terkait respons dan prosedur penanganan laporan di tingkat kepolisian sektor.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Pangkalan terkait dugaan kelalaian tersebut.

(Fachri Koto)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest