Boboti 100 Hari Kerja Bupati Taliabu, DP2KB Luncurkan Program Tamasya Merdeka

More articles

Malut, Investigasi.news – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana akronim DP2KB Pemda Kab. Pulau Taliabu siang tadi (1/8) menggelar zoom meeting bareng Edufarmers International membahas Pemanfaatan Al-Sakti Dalam Tamasya Merdeka.

Tampil sebagai narasumber Dr. Lukmanul Hafiz (Head Of Stunting Program & Operations Edufarmers International), kemudian ada Dr.dr. Lucy Widasari, M.Si (Strategic Program Advisor – Nutrition Al & Zero Stunting Edufarmers International, serta Nurbintang Talaohu, SKM.,M.Kes (Plt. Kadis DP2KB Pemda Kab. Pulau Taliabu), sedangkan sebagai audiens kegiatan zoom tadi diikuti oleh penyuluh KB, kader TPK, dan kader BKB se-Kabupaten Pulau Taliabu.

Dalam zoom tadi, para narasumber membahas tuntas bagaimana memaksimalkan Al-Sakti dalam Tamasya Merdeka.

Dapat diinformasikan bahwa Tamasya Merdeka membahas Inovasi dari Ujung Timur Nusantara Kabupaten Pulau Taliabu melalui DP2KB berkolaborasi dengan Edufarmers International, menginisiasi pemanfaatan teknologi AI-SAKTI dalam program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) demi mewujudkan “Merdeka untuk Tumbuh Sehat Lahir & Batin“.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk mensukseskan 100 Hari Kerja Bupati Pulau Taliabu, yang selaras dengan semangat pembangunan manusia, teknologi desa, dan penguatan pengasuhan anak usia dini berbasis komunitas.

Dengan semangat MUDA yang artinya Mandiri (Pemberdayaan ekonomi lokal dan masyarakat), Unggul (SDM inovatif, berdaya saing, dan berprestasi), Damai (Harmoni sosial dan pelestarian budaya), serta Adaptif (Siap hadapi era digital & perubahan global).

Kepada media ini, Kepala DP2KB Taliabu Nurbintang Talaohu atau biasa disapa Ibu Teni mengatakan bahwa TAMASYA bukan hanya ruang bermain, tapi ruang tumbuh dan inovasi:

“Untuk itu memang harus ada dukungan dari berbagai sektor, misalnya untuk gizi berbasis pangan lokal, kemudian Penguatan peran Ayah dan Ibu dalam pengasuhan, yang tidak kalah penting adalah Teknologi AI untuk desa, serta kolaborasi dengan Universitas dan sektor Industri”, ujar Ibu Teni (1/8).

Lebih jauh dirinya mengatakan: peringatan 17 Agustus bukan hanya tentang barisan rapi dalam upacara atau riuh tawa dalam lomba-lomba tradisional, namun kemerdekaan sejati haruslah terasa, hidup, dan berdampak nyata bagi seluruh warga negara, terutama bagi anak-anak yang sedang bertumbuh dalam pelukan keluarga dan bimbingan lingkungan sejatinya memiliki hak untuk diasuh, dilindungi, dan didukung secara optimal agar mampu tumbuh menjadi manusia merdeka: sehat jasmani, kuat mental, cerdas digital, dan berdaya secara sosial.

“Tamasya Merdeka adalah bentuk nyata dari semangat merdeka yang dibawa pulang ke rumah, ditanamkan di hati anak-anak, dan ditumbuhkan dalam masyarakat. Dari Taliabu, suara perubahan menggema dengan lantang: bahwa kemerdekaan bukanlah sekadar simbol, melainkan hak hidup yang layak, pengasuhan yang berkualitas, dan masa depan yang disiapkan dengan penuh cinta dan keberdayaan”, lanjutnya.

Yang menarik adalah Tamasya Merdeka menggandeng mitra dari Universitas dan dunia Industri, seperti PT Yapindo Jaya Abadi, untuk mempublikasikan praktik baik dan memperkuat inovasi lokal. Bahkan, semangat kolaborasi ini mengarah pada pengembangan teknologi sederhana serta penciptaan inovator dari negeri sendiri.

“Inovasi bukan milik kota besar saja tapi juga milik desa yang punya visi, komitmen, dan semangat belajar bersama”, tutup Ibu Teni Kadis DP2KB penuh semangat. RL

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest