Padang, investigasi.news – Gerah diberitakan, serentak Pengguna Anggaran (PA) Proyek Proyek Pembangunan Gedung ISI Padang Panjang Blokir WhatsApp media, tidak disitu saja, Rekanan Pelaksana Proyek Gagal Ala Gedung Kuliah ISI dari PT. JU-TZK KSO juga ikut memblokir nomor WhatsApp media.
Diberitakan sebelumnya, Proyek Gagal Pembangunan Gedung Kuliah ISI Padang Panjang di jorong Tarok Kabupaten Padang Pariaman dikerjakan oleh PT. JU-TZK KSO, Tanggerang, Banten dengan nilai kontrak sebesar Rp. 38, Milyar lebih hanya mampu dilaksanakan sampai akhir kontrak dengan bobot pekerjaan 13%.
Berdasarkan pengakuan PPK kalau itu, penyedia jasa tidak mampu melaksanakan pekerjaan sampai selesai dikarenakan tidak kuat anggaran sehingga berdasarkan penghitungan bersama BPK, BPKP, Pendamping Hukum dari Kejati Sumbar, di bayarkan prestasi kerja dengan bobot 13% atau sekitar Rp. 5 Milyar lebih.
Anehnya, Penyedia Jasa dari PT. JU-TZK KSO dihubungi guna konfirmasi pada saat itu sepertinya enggan menanggapi media yang memberitakan proyek gagalnya itu dan memilih memblokir nomor panggilan whatsappnya.
terlihat jelas, proyek gagal yang bersumber dari anggaran tahun 2024 dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI itu dikerjakan asal jadi dan tidak ada azaz manfaatnya untuk Mahasiswa. Padahal, proyek tersebut nantinya akan digunakan untuk civitas akademik dan perkuliahan Mahasiswa ISI Padang panjang.
Sebaliknya, Pengguna Anggaran (PA) juga terkesan enggan melayani konfirmasi media dan memilih turut memblokir nomor WhatsApp media, dan begitu juga PPK dengan pongah nya mengatakan pada sumber media, Ndak Usah Di Acuahan” berita tersebut.
Di sisi lain, Kajati Sumbar Terkesan tutup mata dengan kasus mangkraknya proyek pembangunan gedung kuliah ISI itu yang telah menelan anggaran negara hungga Milyaran rupiah, bukankah uang negara sudah dikeluarkan dan dinikmati oleh penyedia jasa, sementara dampak dari pembangunan tersebut tidak dirasakan oleh mahasiswa ISI.
Bukankah uang negara sudah keluar untuk membiayai proyek itu, sementara yang dihasilkan untuk negara tidak ada. Apakah itu tidak bagian dari kasus dugaan korupsi.
Media saja terbatas mengakses informasi, baik pada PA, PPK, Penyedia Jasa bahkan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) sendiri pun terkesan menanggapinya biasa kasus proyek gagal gedung kuliah ISI itu.
Sepertinya ada peristiwa besar yang tengah di tutupi dibalik proyek mangkrak gedung kuliah ISI itu, dan semua pihak terkait menutup diri untuk di ketahui publik. Bagaimana kisah selanjutnya kita tunggu ketegasan Aparat Penegak Hukum menuntaskannya. Km








