Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-42 tingkat kota pada 13–14 November 2026 dengan menerapkan sistem digitalisasi melalui aplikasi e-MTQ untuk memperkuat transparansi dan kesetaraan dalam pelaksanaan perlombaan.
Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Payakumbuh Nofriwandi saat memimpin rapat persiapan MTQ ke-42 di Ruang Pertemuan Panorama Ampangan, Lantai II Balai Kota Payakumbuh, Selasa (1/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh Hendri Yazid, Kepala Bagian Kesra Setdako Payakumbuh Efrizal, seluruh camat se-Kota Payakumbuh beserta jajaran, serta perwakilan Kemenag dan Kantor Urusan Agama (KUA).
Nofriwandi mengatakan sinergi antara Pemko Payakumbuh, Kemenag, dan pemerintah kecamatan diperlukan agar pelaksanaan MTQ berlangsung tertib, transparan, dan berkualitas.
“Berdasarkan hasil rapat persiapan yang telah kita sepakati bersama, pelaksanaan MTQ ke-42 tingkat Kota Payakumbuh akan dilaksanakan pada 13 hingga 14 November 2026. Untuk edisi kali ini, Kecamatan Payakumbuh Utara dipercaya dan ditunjuk resmi sebagai tuan rumah,” kata Nofriwandi.
Menurutnya, MTQ ke-42 akan mempertandingkan sembilan cabang lomba yang terbagi dalam 23 anak cabang. Mimbar utama dipusatkan di Lapangan Mangkudu, Kecamatan Payakumbuh Utara.
Kepala Kemenag Kota Payakumbuh Hendri Yazid mengatakan penerapan e-MTQ menjadi salah satu pembaruan utama dalam penyelenggaraan MTQ tingkat kota tahun ini.
“Tahun ini menjadi tonggak sejarah baru karena kita pertama kali menggunakan aplikasi e-MTQ. Langkah ini diambil guna menjamin transparansi dan kesetaraan dalam pelaksanaan perlombaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan aplikasi tersebut akan mengintegrasikan sejumlah tahapan penyelenggaraan, mulai dari registrasi peserta, penjadwalan penampilan, hingga pengambilan maqra untuk cabang lomba tertentu.
Menurut Hendri, Pemko Payakumbuh dan Kemenag juga mendatangkan tim pelatih serta operator dari tingkat nasional dan provinsi untuk memastikan kesiapan teknis penerapan sistem tersebut.
Penerapan e-MTQ, kata dia, sekaligus menjadi bagian dari penyesuaian terhadap mekanisme penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi dan nasional yang mulai menggunakan sistem digital.
Sementara itu, Kabag Kesra Setdako Payakumbuh Efrizal mengatakan seluruh kafilah dari lima kecamatan telah menyatakan kesiapan mengikuti MTQ dan mengirimkan peserta terbaik pada setiap cabang lomba.
Dalam rapat tersebut juga disepakati penambahan cabang Dai Cilik (Dacil) sebagai bagian dari pembinaan peserta usia dini.
“Ada satu keputusan penting yang kita sepakati, yakni penambahan cabang Dacil. Meskipun cabang ini tidak diperlombakan secara resmi di tingkat provinsi, Pemko Payakumbuh sepakat menghadirkannya di tingkat kota karena melihat tingginya minat anak-anak,” kata Efrizal.
Menurutnya, cabang Dacil diharapkan menjadi media pembinaan sekaligus bagian dari regenerasi qari dan qariah serta calon peserta Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) tingkat provinsi pada masa mendatang.
Efrizal menambahkan, setelah rapat koordinasi tersebut, seluruh panitia, instansi terkait, dan pemerintah kecamatan diminta segera mematangkan persiapan sarana dan prasarana serta pembinaan peserta.
“Persiapan harus dilakukan sejak awal agar seluruh tahapan pelaksanaan MTQ berjalan sesuai rencana dan peserta dapat tampil secara optimal,” ujarnya.
Dengan persiapan tersebut, MTQ ke-42 Kota Payakumbuh diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat pembinaan Al-Qur’an dan menyiapkan generasi yang mampu berprestasi pada tingkat yang lebih tinggi. (Oyon)








