Malang, Investigasi.news – Pembangunan Kota Malang dipastikan terus berlanjut. Hal ini ditandai dengan disetujuinya Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2026 oleh tujuh fraksi DPRD Kota Malang dalam rapat paripurna, Rabu (1/10/2025).
Rapat berlangsung di Gedung DPRD Kota Malang, dipimpin Ketua DPRD Amithya Ratnangani Sirraduhita, didampingi Wakil Ketua Abdurrachman, Trio Agus Yuwono, dan Rimzah. Hadir langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Sekretaris Daerah Erik Setyo Santoso.
Melalui tahapan penyampaian pendapat akhir fraksi, kemudian ditindaklanjuti dengan pendapat akhir Wali Kota dan penandatanganan kesepakatan bersama, KUA-PPAS APBD 2026 akhirnya disahkan.
Dalam pandangan akhirnya, Fraksi PKS menyoroti penurunan target pendapatan pada KUA-PPAS 2026 yang diproyeksikan sebesar Rp 2,513 triliun atau sedikit menurun dibandingkan realisasi sebelumnya Rp 2,526 triliun.
“Penurunan target ini tidak boleh diartikan sebagai melemahnya pembangunan. Justru harus menjadi pemicu inovasi, pembenahan, serta tata kelola pendapatan daerah yang lebih akuntabel,” tegas Juru Bicara Fraksi PKS, Indra Permana.
Indra juga mendorong agar Pemkot lebih serius menggali potensi pendapatan daerah, mulai dari pajak hingga pemanfaatan aset, agar pembangunan tetap didukung fiskal yang kuat.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnangani Sirraduhita, menambahkan bahwa penurunan target masih bisa diantisipasi melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Potensinya sangat besar. Mulai dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), pajak makanan dan minuman, BPHTB, retribusi, hingga pemanfaatan aset barang milik daerah. Semua akan disisir lebih detail dalam RAPBD 2026,” jelasnya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan meski alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat menurun, Pemkot tetap optimis menargetkan kenaikan PAD sebesar Rp 26,6 miliar pada 2026.
“Kami punya perhitungan matang, mulai dari koefisien, stimulus, hingga pemetaan potensi. Dengan kerja keras bersama, kami optimis target ini dapat dicapai,” tegas Wali Kota Wahyu.
Dengan sinergi antara DPRD dan Pemkot, disertai dukungan masyarakat, pembangunan Kota Malang diharapkan terus berlanjut, menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, serta pelayanan publik yang semakin baik bagi seluruh warga.
Guh






