Rakyat Susah, Dewan Berulah! Anggota DPRD Bengkulu Masuk Bui Gara-gara Korupsi

More articles

Kota Bengkulu, investigasi.news – Tembok parlemen Kota Bengkulu akhirnya retak! Seorang anggota DPRD Kota Bengkulu berinisial PH resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kios Pasar Panorama.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu menjerat wakil rakyat itu setelah penyidik menemukan dua alat bukti kuat. Penetapan tersangka dilakukan Rabu (1/10/2025) sore.

PH diduga membangun kios di atas tanah milik Pemerintah Kota Bengkulu tanpa izin, lalu memperjualbelikannya kepada pedagang dengan harga fantastis, mulai Rp55 juta hingga Rp310 juta per unit.

“Ini jelas penyalahgunaan kewenangan. Pedagang kecil yang tak mampu membayar malah dipinggirkan. PH menjadikan aset negara sebagai ladang bisnis pribadi,” tegas Kasi Intelijen Kejari Bengkulu, Fri Wisdom S. Sumbayak, mewakili Kajari Bengkulu, Yeni Puspita.

Tak hanya soal korupsi, PH juga dijerat dengan dugaan pemerasan dalam jabatan. Penyidik menilai tindakannya bukan sekadar memperkaya diri, tetapi juga menindas pedagang yang lemah demi kepentingan pribadi.

“Ini perbuatan yang tidak hanya melawan hukum, tetapi juga mencederai amanah rakyat,” imbuhnya.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, PH langsung digiring ke Lapas Bentiring untuk ditahan 20 hari ke depan. Penahanan dilakukan karena ada risiko tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, hingga mengulangi kejahatannya.

“Penahanan ini untuk mempercepat proses penyidikan sekaligus memberi pesan tegas: tidak ada yang kebal hukum,” kata pihak Kejari.

PH dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Jo Pasal 3 UU Tipikor, sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun menanti.

Kejari memastikan penyidikan kasus ini masih terus berlanjut. “Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Kami pastikan perkara ini tuntas hingga ke pengadilan demi melindungi uang negara,” tutup Kejari.

Tim

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest