Sawahlunto, Investigasi news – Perkumpulan Pergerakan Puteri Islam Perhubungan Negeri Terengganu, Malaysia peserta Program Student International Leadership and Cultural Immersion Terengganu ikuti perhelatan Makan Bajamba Hari Jadi Kota (HJK) Sawahlunto ke 137.
Rombongan yang dipimpin Norehan binti Sulong yang didampingi Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang Terengganu Malaysia Moh Azmi binti Abdul Azis dengan 31 pelajar Terengganu di Lapseg Ombilin itu bersama masyarakat Kota mengikuti makam bajamba.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah, Ketua DPRD Kota Sawahlunto Susi Haryati serta Ninik mamak 10 kenagarian dan beberapa eknit paguyuban mewarnai keanekaragaman kegiatan itu.
Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang Terengganu Malaysia Moh Azmi binti Abdul Azis sangat apresiasi dengan keikutsertaan para Perkumpulan Pergerakan Puteri Islam Perhubungan Negeri Terengganu pada makan bajamba tahun ini.
” rangkaian kegiatan yang sangat dinanti karena keunikan Kota warisan dunia UNESCO ini, setelah dijamu Walikota di Balairung rumah dinas, kegiatan di MAN 1 Sawahlunto ” kata Azmi.
Dia juga sangat berterima kasih atas jalinan per saudara an serumpun yang masih kuat ini, terlebih keramahan dan bimbingan orang tua angkat home stay Kecamatan Talawi selama pelajar Terengganu berkegiatan ini.
Makan bajamba kali ini diikuti lebih dari dua ribu peserta yang terdiri dari perwakilan sekolah, perangkat daerah, instansi vertikal, komunitas masyarakat, pemerintah desa dan lurah, BUMN/BUMD, serta unsur undangan lainnya.
Pelaksanaan makan bajamba tahun ini juga menjadi momen kepedulian bagi korban banjir dan longsor di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat dengan penggalangan donasi sebelum acara dimulai.
Pengumpulan donasi pada prosesi tersebut mencapai lebih dari Rp19 juta yang selanjutnya akan disalurkan secara resmi dan transparan oleh Pemerintah Kota kepada daerah yang terdampak bencana.
Wali Kota Riyanda menegaskan bahwa HJK ke-137 menjadi momentum menyatukan persepsi, energi, dan kebersamaan dalam memperkuat kinerja pemerintahan yang responsif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (tumpak)








