Berita Investigasi Ditindaklanjuti, Polisi Olah TKP dan Tingkatkan Patroli

More articles

Pidie Jaya, Investigasi.news — Menindaklanjuti pemberitaan Investigasi.news terkait dugaan aksi pencurian di rumah kediaman almarhum pimpinan Dayah Irsyadul Ulum Al-Azziziah, aparat kepolisian bergerak cepat dengan melakukan pengecekan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) serta meningkatkan patroli keamanan di wilayah terdampak banjir.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi di rumah keluarga almarhum yang berlokasi di Desa Dayah Krued, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Usai informasi tersebut mencuat ke publik, personel Polres Pidie Jaya yang dibantu Polsek Meurah Dua langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan pada Jumat, 2 Januari 2026.

Kapolres Pidie Jaya melalui Kapolsek Meurah Dua, Ipda Jailani, menyampaikan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti informasi yang beredar di media online terkait adanya rumah warga yang disatroni pelaku pencurian.

“Begitu mendapat perintah dari Bapak Kapolres untuk menindaklanjuti informasi tersebut, kami langsung turun ke lokasi. Selain mengecek TKP, kami juga melakukan patroli guna memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat,” ujar Iptu Jailani.

Ia menambahkan, patroli akan terus  ditingkatkan, khususnya di kampung-kampung yang terdampak banjir, dengan melibatkan personel Polsek dan Polres Pidie Jaya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Meurah Dua juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Ia meminta pemilik rumah yang sedang tidak ditempati agar rutin melakukan pengecekan dan menyalakan lampu di malam hari guna memudahkan pemantauan. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mengaktifkan kembali pos siskamling, terutama di desa-desa yang rawan pascabanjir.

Sebelumnya, kontributor Investigasi.news menerima keterangan dari Mursalin, pengurus Dayah Irsyadul Ulum Al-Azziziah, yang menyebutkan bahwa rumah istri almarhum Abi Rusydi telah dua kali disatroni maling. Pelaku diduga mengacak-acak seluruh isi kamar serta merusak pintu dan jendela rumah.

“Pasca banjir, rumah pimpinan dayah yang saat ini ditempati istri dan anak almarhum dimasuki maling, dengan cara merusak pintu dan jendela serta mengambil sejumlah barang. Kami sangat takut dan merasa tidak nyaman lagi tinggal di rumah, khawatir pelaku tidak hanya mengambil barang, tapi juga membahayakan keselamatan kami,” ungkap Mursalin dengan nada cemas.

Mursalin yang juga merupakan menantu almarhum Abi Rusydi berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian tersebut, agar tidak menimbulkan korban lain. Ia menilai kondisi pascabanjir membuat warga semakin rentan, baik secara ekonomi maupun psikologis.

“Kami berharap pelaku segera ditangkap, agar tidak ada korban lainnya. Saat ini warga sedang dalam kondisi sulit dan berduka akibat musibah banjir,” pungkasnya.

Langkah cepat kepolisian ini diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminal di tengah kondisi darurat pascabencana.
(Herry)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest