Tawa di Tepi Coran, Hangatnya Cengkrama Prajurit dan Warga Sebelum Beton Mengalir

More articles

Kebumen – Senin pagi, 2 Maret 2026, suasana di lokasi TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen belum sepenuhnya riuh oleh deru mesin molen. Sebelum adukan semen mengalir dan kerja fisik dimulai, ada jeda hangat yang lebih dulu menghidupkan pagi—tawa yang pecah di antara prajurit dan warga.

Di tepi jalur yang akan segera dicor rabat beton, beberapa anggota Satgas TMMD tampak duduk santai bersama warga Desa Somagede. Helm proyek tergeletak di samping, sementara cangkir teh hangat berpindah tangan. Di tengah lingkaran kecil itu, Ibu Suwatri menjadi pusat suasana.

Dengan gaya bicara yang ceplas-ceplos namun penuh keakraban, ia melontarkan candaan yang membuat para prajurit tersenyum lebar.
“Pak Tentara, nanti jalannya harus kuat ya… biar saya lewat bawa belanjaan nggak goyang lagi,” ujarnya sambil tertawa renyah.

Seorang anggota Satgas menimpali ringan, “Siap, Bu. Pokoknya nanti jalan ini kuat, Ibu lewat sambil joget pun aman.”

Seketika tawa pecah, memantul di antara tumpukan pasir dan batu. Suasana yang semula hanya persiapan kerja berubah menjadi ruang silaturahmi yang cair. Di situlah kemanunggalan terasa nyata—bukan dalam barisan upacara, melainkan dalam canda sederhana di pinggir proyek desa.
Tak lama berselang, aba-aba kerja mulai terdengar.

Para prajurit berdiri, kembali mengenakan perlengkapan. Wajah yang tadi dihiasi tawa kini berubah fokus, bersiap menunaikan tugas pengecoran rabat beton.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa kedekatan Satgas dengan masyarakat adalah ruh utama TMMD.

“Kami ingin prajurit tidak berjarak dengan rakyat. Dari cengkrama sederhana seperti inilah terbangun kepercayaan dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat,” tegasnya.

Tak lama kemudian, molen mulai berputar. Adukan beton mengalir, menutup tanah yang selama ini berdebu. Namun pagi itu telah lebih dulu meninggalkan jejak—jejak tawa Ibu Suwatri dan prajurit yang bersenda gurau sebelum bekerja.

Di Desa Somagede, TMMD Reguler ke-127 kembali mengajarkan satu hal sederhana: sebelum jalan desa mengeras oleh beton, hati manusia harus lebih dulu direkatkan oleh kehangatan.

Scm

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest