Banner

Sejak Lama Jadi Rujukan, Puskesmas Sumberpucung Perkuat Layanan HIV Lewat OSS Terpadu

More articles

Malang — Puskesmas Sumberpucung, Kabupaten Malang, kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam penanganan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Sejak lama dikenal sebagai fasilitas kesehatan yang aktif dalam upaya penanggulangan HIV, puskesmas ini kini memperkuat layanannya melalui inovasi One Stop Service (OSS) IMS-HIV.

Inovasi ini memungkinkan masyarakat memperoleh layanan skrining, tes HIV, konseling, hingga pengobatan dalam satu kali kunjungan. Langkah tersebut diambil untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan, mulai dari rendahnya cakupan pemeriksaan, tingginya stigma, hingga akses layanan yang sebelumnya belum terintegrasi.

Penyuluhan di lokalisasi

Penanggung jawab program HIV, Ida Nuryati, S.Tr.Keb., Bd., menjelaskan bahwa konsep layanan terpadu ini dirancang untuk mempermudah sekaligus mempercepat penanganan kasus.

“Selama ini pasien sering terkendala alur layanan yang panjang. Dengan OSS, seluruh layanan dapat diakses melalui satu pintu sehingga lebih cepat dan pasien merasa lebih nyaman,” ujarnya.

Penyuluhan di sekolah

Dalam pelaksanaannya, pasien akan melalui tahapan registrasi, konseling pra-tes, pemeriksaan, hingga konseling pasca-tes dan pengobatan. Jika diperlukan, pasien juga dapat langsung dirujuk untuk mendapatkan terapi lanjutan seperti antiretroviral (ARV). Sistem ini dinilai lebih efisien sekaligus menjaga kerahasiaan pasien.

Kepala Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmawati Daha, menegaskan bahwa penguatan layanan ini merupakan kelanjutan dari komitmen panjang puskesmas dalam penanganan HIV di wilayahnya.
“Sejak dulu kami dikenal dengan layanan HIV. Melalui inovasi ini, kami ingin layanan tersebut semakin mudah diakses, lebih cepat, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Pertemuan teman – teman ODHIV

Selain layanan di dalam gedung, Puskesmas Sumberpucung juga aktif melakukan jemput bola melalui mobile clinic ke desa-desa. Layanan ini diintegrasikan dengan berbagai program lain, seperti pemeriksaan ibu hamil (ANC), keluarga berencana (KB), serta layanan kesehatan remaja.

Pendekatan berbasis komunitas dengan melibatkan kader dan tokoh masyarakat juga terus diperkuat untuk menekan stigma, yang selama ini menjadi hambatan utama dalam penanganan HIV.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Cakupan skrining IMS-HIV meningkat, penanganan kasus menjadi lebih cepat, serta kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini terus tumbuh.

Melalui penguatan layanan OSS IMS-HIV, Puskesmas Sumberpucung menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tingkat pertama mampu bertransformasi menjadi lebih responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat—sebuah langkah nyata dalam pengendalian IMS dan HIV di tingkat daerah.

Guh

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest