Iklan

Semrawutnya Kapal Sandar di Muara Batang Arau, Kawasan Kapal Surfing Jadi Sorotan

More articles

Padang – Banyaknya kapal yang menyandar di bantaran Sungai Batang Arau, Kota Padang, kian menjadi sorotan. Selain mengganggu aktivitas pelayaran, kondisi tersebut juga dinilai merusak keindahan kawasan muara dan tata kota, khususnya di area sandaran kapal surfing.

Pantauan Investigasi News di lapangan menunjukkan kapal-kapal berjajar dari ujung muara hingga Kampung Teleng. Beragam jenis kapal tampak bersandar tanpa penataan yang jelas, mulai dari kapal Mentawai Fast yang berlabuh di pintu masuk muara, kapal tanker minyak untuk kebutuhan Mentawai, kapal kayu atau kapal dagang, hingga kapal nelayan yang berada di seberang Kampung Teleng hingga Kampung Batu.

Namun yang paling disorot adalah kawasan sandaran kapal surfing. Alih-alih menjadi daya tarik wisata bahari, kondisi di lokasi tersebut justru menampilkan pemandangan yang semrawut dan kurang indah. Beberapa sandaran kapal terlihat dibuat secara seadanya, bahkan menggunakan material tidak layak, sehingga mencoreng wajah kawasan muara yang seharusnya menjadi ikon wisata Kota Padang.

Ironisnya, di sepanjang bantaran Sungai Batang Arau juga ditemukan pembatas muara yang dipasang menggunakan seng bekas sebagai pagar. Dua titik yang paling mencolok berada di sandaran Kapal Ombak di bawah Jembatan Siti Nurbaya serta sandaran Kapal Carbe Dien I di kawasan depan Bank Mandiri Muara. Keberadaan pagar seng bekas tersebut dinilai sangat mengganggu estetika kawasan kota tua.

Padahal, Wali Kota Padang, Fadly Amran dalam misinya kerap mengampanyekan pembangunan kembali keindahan kawasan Kota Tua Padang, khususnya di sepanjang Muara Batang Arau. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih minimnya penataan dan pengawasan, terutama di area kapal surfing yang kini menjadi sorotan publik.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Padang segera mengambil langkah tegas untuk menata ulang sandaran kapal di Muara Batang Arau. Penataan yang baik diharapkan mampu mengembalikan fungsi muara sebagai kawasan wisata sejarah dan bahari yang tertib, nyaman, serta menjadi kebanggaan kota.

(Mebri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest