Iklan muba
Iklan muba

Ketulusan Ibu Rumah Tangga, Turun Tangan Bangun Jalan Desa

More articles

PURBALINGGA – Semangat gotong royong dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim Purbalingga di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, terus bergelora dan menghadirkan kisah-kisah inspiratif dari warga. Tidak hanya didominasi kaum pria, geliat pembangunan juga diramaikan oleh peran aktif kaum perempuan. Salah satunya adalah Sumartini, seorang ibu rumah tangga dengan tulus ikut ambil bagian dalam pembangunan jalan desa.

Ditengah suara alat kerja dan aktivitas para anggota Satgas TMMD, kehadiran Sumartini menjadi pemandangan yang menyentuh. Dengan rasa semangat dan tanpa canggung, Ia bergabung bersama para prajurit dan warga lainnya untuk mengerjakan pembangunan jalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat setempat.

“Saya ikut membantu karena untuk kepentingan bersama. Jalan ini nanti akan sangat bermanfaat bagi warga desa,” ujar Sumartini sambil fokus bekerja, pada Minggu (3/5/2026).

Bagi Sumartini, keikutsertaannya bukan sekadar membantu pekerjaan fisik semata. Lebih dari itu, Ia memaknai keterlibatannya sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kemajuan desanya. Ia menyadari bahwa jalan yang tengah dibangun ini akan membawa perubahan besar mempermudah mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, hingga membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

“Dulu jalan ini sulit dilalui, apalagi saat hujan. Kalau sudah jadi nanti, pasti lebih mudah ke mana-mana,” tambahnya dengan nada penuh harap.

Meski harus menghadapi terik matahari dan tanah becek, Sumartini tetap terlihat bersemangat. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya, seakan menjadi energi tambahan bagi siapa saja yang melihatnya.

“Capek pasti ada, tapi kalau ingat manfaatnya untuk desa, jadi semangat lagi,” ucapnya ringan.

Menanggapi hal itu, Serda Mujiono salah satu anggota Satgas TMMD turut mengapresiasi semangat yang ditunjukkan Sumartini.

“Kehadiran ibu-ibu seperti Bu Sumartini sangat membantu dan menjadi penyemangat bagi kami semua di lapangan,” ungkapnya.

Kehadiran Sumartini menjadi suntikan motivasi tersendiri. Ia membuktikan bahwa peran perempuan tidak terbatas pada urusan domestik, melainkan juga mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan. Apa yang dilakukannya menjadi simbol, bahwa semangat gotong royong tidak mengenal batas usia maupun gender. ( Mukhid Pen Purbalingga)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest