Nasional, Investigasi.news – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyoroti praktik pungutan liar (pungli) yang masih menjadi keluhan masyarakat dalam layanan pertanahan. Dalam kunjungannya ke Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (28/5/2025), Nusron menegaskan pentingnya transparansi dan peningkatan kualitas pelayanan.
“Saya minta jajaran Kanwil BPN Sulawesi Tenggara mempercepat validasi data pertanahan dan melakukan reformasi pelayanan secara menyeluruh. Mumpung kita sedang bermigrasi ke sistem digital, ini momentum besar untuk memperbaiki kinerja,” ujar Nusron dalam keterangan tertulis, Kamis (29/5/2025).
Ia mengungkapkan bahwa 75–80 persen tugas utama Kementerian ATR/BPN adalah melayani masyarakat, sehingga reformasi birokrasi di sektor ini harus menjadi prioritas.
Nusron menyoroti dua persoalan utama yang kerap dikeluhkan masyarakat: lama waktu proses dan praktik pungli. Menurutnya, penyederhanaan proses bisnis, optimalisasi teknologi digital, serta peningkatan kualitas dan integritas sumber daya manusia (SDM) menjadi solusi utama.
“Sistem IT harus diperkuat. Tapi yang tidak kalah penting adalah peningkatan kapasitas dan integritas SDM. Model bisnis kita harus akurat, akuntabel, transparan, dan prudent,” tegasnya.
Selain itu, Nusron juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri (Rapermen) yang akan mengatur jalur karier ASN ATR/BPN. Rapermen tersebut mencakup mekanisme rotasi, mutasi, sertifikasi manajemen risiko, dan pengembangan karier dari level staf hingga jabatan direktur dan dirjen.
Ia menekankan bahwa kepala kantor pertanahan, kepala seksi, hingga petugas loket adalah garda terdepan yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi mereka menjadi kunci keberhasilan transformasi pelayanan pertanahan.
Dengan komitmen ini, Kementerian ATR/BPN diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik dan menghadirkan pelayanan yang bersih, cepat, dan transparan di seluruh wilayah Indonesia.
Wahyu








