LABUHANBATU – Heboh dengan pemberitaan di berbagai media online, terkait dengan seorang yang diduga “BANDAR NARKOBA BESAR” berinisial DN, yang merasa kuat dan seolah terlindungi, menantang wartawan untuk mengekspos besar – besar di seluruh media online mau pun media cetak, akhirnya diburu Polisi.
Hal tersebut disebutkan oleh Kapolsek Bilah Hilir AKP Armen Faisal, ketika dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026) mengatakan, ia telah mengerahkan seluruh personel diberbagai unit jajarannya untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
“Kami kerahkan seluruh personel diberbagai unit untuk mencari,”ujar AKP Armen.
AKP Armen pun tegas, sebagai aparat penegak hukum tetap komitmen dalam pengungkapan peredaran narkoba.
“Pihak kepolisian selalu komitmen dalam pemberantasan narkoba,”katanya.
Diberitakan diberbagai media, R (inisial), seorang Wartawan media online di Kabupaten Labuhanbatu kepada rekan seprofesinya, Senin, (2/3/2026) di Negeri Lama, ditantang seorang diduga “BANDAR SABU BESAR” yang berlokasi di Desa Sei Tampang, untuk beritakan beramai – ramai.
“Ketika saya konfirmasi dia jawab begini bang, silahkan kau beritakan ramai – ramai, suruh semua wartawan beritakan aku, gak ngaruh berita wartawan itu sama aku. Dah capek aku diberitakan, gak direspon polisi berita kalian tentang aku,”sebut R menirukan ucapan DN.
Mendapat jawaban seperti itu, R pun mengekspos pemberitaan tentang peredaran narkoba di Kecamatan Bilah Hilir dibawah kendali DN.
“Aku sampaikan ini ke abang, karena ini tantangan buat wartawan bang, Kita ramaikan pemberitaannya, kalau berita kita tak direspon aparat penegak hukum, berarti bener kata dia bang, dia kuat dan kebal hukum,”kata R seraya menyebut nomor handphone R sudah berganti.
Dari keterangan beberapa narasumber terpercaya saat dilakukan investigasi di lapangan, peredaran narkoba di bawah kendali N sampai ke Desa Meranti Paham Kecamatan Panai Hulu dan Dusun Sei Dondong, Desa Bagan Bilah Kecamatan Panai Tengah.
Sedangkan untuk di wilayah Kecamatan Bilah Hilir, peredarannya sampai ke wilayah PMKS Perkebunan PT DLI, Sei Siarti, Perkebunan PT DLI Sei Tampang hingga ke Sei Deras.
“Selain di dusun – dusun yang ada di Desa Sei Tampang, anak mainnya sampai ke Desa Sidomulyo dan Desa Sei Kaseh bang. Dialah ( DN) bandar terbesar narkoba sabu – sabu di Kecamatan Bilah Hilir bang,”ujar sumber yang minta dirahasiakan identitasnya, seperti dilangsir dari Sumut24.co.
Masih kata sumber, ada pun “kios – kiosnya” di Dusun Sei Mambang, Dusun Sei Tampang, Simpang Sadane peredaran sabu-sabu dibawah kendali Reza dan Ewin.
“Info lainnya bang, Big Bos si DN adalah DD melalui kepercayaannya yakni si DW. Narkoba yang ada di wilayah 4 Kecamatan wilayah pantai saat ini tidak lagi dari IB bang, tetapi dari DW tangan kanan DD,”terang sumber.
Guna pemberitaan berimbang, DN dihubungi awak media ini guna dikonfirmasi dengan nomor handphonenya 08137654xxxx namun tidak dapat terhubung.
Sebagaimana diketahui khalayak umum di Kecamatan Bilah Hilir, DN merupakan residivis narkoba dan sudah lama malang melintang di dunia narkoba sebagai bandar. (Ricky)








