Situbondo, investigasi.news – Suasana Ramadhan di Kecamatan Kapongan, Situbondo, tahun ini semakin semarak dengan resmi dibukanya “Kurma Karim Festival 2026” (Kumpul Ramadhan Kapongan Meriah), Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Kapongan tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat.
Festival ini terselenggara berkat kolaborasi Pemuda Kreatif Kapongan—binaan Camat Kapongan Roi Hidayat—bersama berbagai elemen masyarakat. Sinergi lintas unsur ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Sejak sore hari, ratusan warga memadati area pendopo. Mereka datang bersama keluarga untuk menyaksikan pembukaan sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.
Camat Kapongan, Roi Hidayat, secara resmi membuka Kurma Karim Festival 2026. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kreativitas para pemuda yang mampu menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat selama Ramadhan.
Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan membangun kebersamaan antarwarga Kapongan.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Melalui kegiatan ini, kita ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang religius, produktif, dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Roi Hidayat di hadapan para undangan dan warga yang hadir.
Kurma Karim Festival 2026 akan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Maret 2026. Setiap harinya, panitia menyiapkan beragam agenda menarik yang dapat diikuti semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Salah satu kegiatan yang paling dinanti adalah pembagian takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di sekitar pendopo kecamatan. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci.
Selain itu, acara diisi dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang menghadirkan penceramah dari berbagai kalangan. Tausiyah yang disampaikan diharapkan mampu memberikan siraman rohani dan menambah kekhusyukan ibadah Ramadhan.
Tak hanya bernuansa religi, festival ini juga diramaikan lomba-lomba keagamaan seperti lomba adzan, hafalan surat pendek, dan pidato Islami. Anak-anak dan remaja tampak antusias mendaftarkan diri untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.
Di sisi lain, bazar UMKM menjadi daya tarik tersendiri. Puluhan pelaku usaha lokal memanfaatkan momentum ini untuk memasarkan produk kuliner, busana muslim, hingga kerajinan tangan khas Kapongan.
Kehadiran bazar tersebut diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama Ramadhan. Para pedagang mengaku bersyukur karena mendapatkan ruang promosi sekaligus peluang peningkatan pendapatan.
Setiap malam, kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti panitia, tokoh masyarakat, dan warga. Momen itu menjadi ajang silaturahmi yang hangat dan penuh kebersamaan.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kapolsek Kapongan, Danramil Kapongan, para kepala desa se-Kecamatan Kapongan, serta perwakilan Fatayat NU Kapongan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan positif yang digagas para pemuda.
Sinergi antara pemerintah kecamatan, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan pemuda menjadi kunci sukses terselenggaranya Kurma Karim Festival 2026.
Perwakilan Pemuda Kreatif Kapongan menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya Camat Kapongan yang selama ini membina dan mendorong generasi muda untuk terus berinovasi.
Mereka berharap Kurma Karim Festival dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai religius, tetapi juga menjadi ikon kegiatan Ramadhan di Kapongan.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Kurma Karim Festival 2026 diharapkan mampu menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna bagi seluruh masyarakat. Antusiasme warga pada hari pertama menjadi pertanda bahwa Kumpul Ramadhan Kapongan Meriah bukan sekadar festival, melainkan ruang persatuan yang mempererat tali silaturahmi di tengah keberagaman. (Agus)








