Sibral Malasyi: PAS Oke, PKB Yes

More articles

Pidie Jaya | Investigasi.News – Isu hengkangnya Sibral Malasyi dari Partai Adil Sejahtera (PAS) ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Pidie Jaya.

Kabar tersebut mencuat lantaran sosok yang akrab disapa Nyak Syi ini sebelumnya dikenal sebagai tokoh kunci di PAS. Ia bahkan meraih posisi penting dalam pemerintahan daerah melalui partai lokal tersebut.

Untuk memastikan kebenaran isu yang berkembang, kontributor Investigasi.News melakukan konfirmasi langsung kepada Sibral Malasyi melalui sambungan telepon, Sabtu (4/4/2026).

Dalam keterangannya, Nyak Syi membantah anggapan bahwa dirinya baru bergabung dengan PKB. Ia menegaskan bahwa keanggotaannya di partai nasional tersebut sudah berlangsung sejak lama.

“Saya sudah menjadi anggota PKB sejak mencalonkan diri sebagai bupati dulu. Jadi bukan pendatang baru. Hanya saja, sekarang baru muncul ke publik karena saya dipercaya sebagai Wakil Ketua DPW PKB Aceh,” jelasnya.

Meski aktif di PKB, ia memastikan posisinya di PAS tidak berubah. Bahkan, menurutnya, kepercayaan dari pimpinan partai lokal masih tetap diberikan.

“Saya di PAS tetap seperti biasa. Ketua umum, Tu. Bilqaini, juga menyampaikan bahwa saya masih dipercaya sebagai Ketua PAS di Pidie Jaya,” ujarnya.

Saat ditanya terkait kemungkinan langkah politik ke depan, termasuk peluang maju kembali pada Pilkada 2029, Nyak Syi mengaku belum memikirkan hal tersebut.

“Belum terpikir ke arah itu. Waktunya masih panjang. Saat ini saya fokus bekerja membangun Pidie Jaya sesuai visi dan misi kami, yaitu perubahan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai informasi, rangkap keanggotaan antara partai politik lokal dan partai politik nasional di Aceh merupakan hal yang diperbolehkan. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Aceh Nomor 20 Tahun 2007 tentang Partai Politik Lokal, khususnya pada Pasal 10, Pasal 11, dan Pasal 33 ayat (3), yang menyebutkan bahwa keanggotaan partai lokal dapat dirangkap dengan partai nasional.

Dengan penegasan ini, isu kepindahan Sibral Malasyi ke PKB pun terjawab—bukan pindah, melainkan menjalankan peran politik di dua partai yang secara regulasi memang dimungkinkan.

Herry

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest