Iklan

Dari Huamual untuk Perdamaian: Stenly Siahaya Serukan Stop Provokasi dan Kawal Proses Hukum Secara Damai

More articles

Pasca bentrokan yang melibatkan pemuda Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), situasi keamanan dan ketertiban masyarakat masih menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu itu tidak hanya meninggalkan luka dan trauma, tetapi juga mengguncang hubungan persaudaraan yang selama ini terjalin erat antara kedua wilayah bertetangga tersebut.

Di tengah suasana yang masih penuh ketegangan, tokoh pemuda Negeri Ariate, Stenly Siahaya, menyampaikan seruan damai sekaligus imbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak terjebak dalam provokasi yang dapat memperkeruh keadaan dan memperpanjang konflik sosial di Kecamatan Huamual.

Menurut Stenly, situasi yang terjadi saat ini harus disikapi dengan kepala dingin, kedewasaan, dan rasa tanggung jawab bersama demi menjaga masa depan hubungan kedua wilayah yang selama ini hidup berdampingan dalam ikatan kekeluargaan.

“Ini adalah musibah yang sangat kita sesalkan bersama. Hubungan masyarakat Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang selama ini berjalan baik, penuh persaudaraan dan kebersamaan. Karena itu, jangan biarkan emosi sesaat menghancurkan tali silaturahmi yang sudah dibangun sejak lama,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh pemuda, keluarga korban, dan para pemuda dari kedua belah pihak, harus menahan diri serta tidak menjadi bagian dari penyebaran isu maupun narasi provokatif yang dapat memancing konflik baru.

“Saya mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh pemuda agar tidak menjadi bagian dari provokasi. Persoalan ini sedang ditangani pihak kepolisian, sehingga semua pihak wajib menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegas Stenly.

Menurutnya, saat ini masyarakat justru harus bersatu mendukung langkah aparat kepolisian dalam mengusut dan menyelesaikan persoalan tersebut secara profesional, objektif, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kita harus sama-sama mendukung kepolisian dalam menangani kasus ini. Jangan ada yang mencoba memperkeruh suasana dengan opini liar, hasutan, ataupun narasi kebencian. Biarkan hukum bekerja dan aparat menjalankan tugasnya dengan tegas dan profesional,” katanya.

Stenly juga mengingatkan bahwa tindakan provokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, hanya akan memperbesar luka sosial di tengah masyarakat dan menciptakan dendam berkepanjangan antargenerasi muda.

“Media sosial jangan dijadikan tempat untuk saling menyerang, menghina, atau menyebarkan kebencian. Saat ini masyarakat membutuhkan ketenangan, bukan provokasi yang dapat memicu bentrokan susulan,” ujarnya kemaren.

Ia menilai masyarakat Huamual dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, adat, dan kehidupan sosial yang harmonis. Karena itu, menurutnya, penyelesaian masalah harus dilakukan secara bermartabat dengan mengedepankan perdamaian.

“Kita semua bersaudara. Jangan karena satu persoalan kemudian hubungan antarwilayah rusak dan meninggalkan luka berkepanjangan. Semua pihak harus belajar menahan emosi dan berpikir demi kepentingan bersama,” katanya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Stenly turut menyampaikan doa dan simpati mendalam kepada seluruh korban dari kedua belah pihak. Ia berharap para korban segera diberi kesembuhan dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kami mendoakan seluruh korban dari Dusun Tanah Goyang maupun Desa Ariate agar segera pulih dan kembali sehat. Tidak ada masyarakat yang menginginkan kejadian seperti ini terjadi di tanah Huamual,” tuturnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa konflik berkepanjangan hanya akan merugikan masyarakat yang setiap hari beraktivitas dan mencari nafkah di wilayah tersebut.

“Kalau situasi terus dipanaskan, masyarakatlah yang paling merasakan dampaknya. Aktivitas terganggu, rasa takut muncul, dan kehidupan sosial menjadi tidak nyaman. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan membantu menciptakan suasana damai,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Stenly bersama para pemuda perantau meminta Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat bersama aparat keamanan segera mengambil langkah konkret untuk membangun proses rekonsiliasi dan perdamaian antara kedua pihak.

Ia berharap pemerintah hadir sebagai penengah yang mampu meredam ketegangan serta mengembalikan hubungan harmonis yang selama ini terjalin di tengah masyarakat Huamual.

“Kami percaya pemerintah dan aparat keamanan mampu menyelesaikan persoalan ini dengan bijak. Harapan kami sederhana, yaitu Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang dapat kembali hidup rukun, aman, damai, dan harmonis seperti dahulu,” tutupnya.

Fransisco Chrons

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest