Bupati Sula Dapat Surat Cinta (Surat Terbuka) Dari Masyarakatnya, Simak Ini Isi Suratnya

More articles

Malut, Investigasi – Bupati Kab. Kepulauan Sula-Maluku Utara Fifian Adeningsi Mus kembali mendapatkan surat cinta (surat terbuka-red) dari masyarakatnya, berikut isi surat tersebut.

Kepada Yth.
Ibu Hj. Fifian Adeningsi Mus,
Bupati Kabupaten Kepulauan Sula
di Sanana.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dengan segala hormat,
Kami, sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya Pulau Mangoli, menuliskan surat terbuka ini sebagai bentuk keprihatinan mendalam sekaligus desakan moral dan politik atas janji yang telah berkali-kali disampaikan namun belum juga direalisasikan.

Ibu Bupati yang kami hormati,
Sudah dua kali pemilihan kepala daerah, janji pemekaran Pulau Mangoli sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) disampaikan secara terbuka kepada publik. Janji itu bukan hanya sebuah visi politik, tapi telah menjadi harapan kolektif ribuan warga yang merindukan pemerataan pembangunan, pelayanan yang lebih dekat, dan akses fiskal yang adil. Namun hingga saat ini, janji itu belum juga terwujud. Yang muncul justru isu-isu baru yang jauh dari semangat pemekaran, seperti semakin maraknya Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah kami.

Ibu Bupati,
Kami ingin menyampaikan dengan tegas bahwa pemekaran bukanlah jalan masuk bagi tambang, dan tambang bukanlah prasyarat bagi pemekaran. Kami menolak keras segala narasi yang mengaburkan niat mulia pemekaran dengan dalih kebutuhan PAD dari sektor tambang. Pulau Mangoli tidak miskin. Kami kaya akan sumber daya laut, pertanian, dan potensi pariwisata. Apa yang kami butuhkan hanyalah keberpihakan politik yang tulus dan keberanian birokratis untuk memperjuangkannya di tingkat nasional.

Jika benar Ibu berpihak pada rakyat, maka hentikan pembiaran atas ekspansi tambang yang secara nyata mengancam ruang hidup, hutan, laut, dan masa depan kami. Tunjukkan bahwa janji pemekaran tidak dikompromikan oleh kepentingan investasi ekstraktif yang tidak berpihak pada rakyat. Kami menagih keberanian Ibu untuk berdiri bersama masyarakat Mangoli, bukan berdiri di belakang meja perundingan dengan investor tambang.

Sebagai kepala daerah, Ibu memiliki kewenangan dan amanah untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Jangan biarkan harapan ini berubah menjadi sinisme kolektif. Jangan biarkan masyarakat percaya bahwa janji hanyalah alat untuk menang, bukan amanah untuk ditunaikan. Jangan biarkan sejarah mencatat Ibu sebagai pemimpin yang gagal menjawab janji yang pernah diucapkan sendiri.

Kami tidak menulis surat ini dalam kebencian. Kami menulisnya dalam kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga yang mencintai tanah ini. Kami tidak menagih dengan amarah, tapi dengan harapan yang telah terlalu lama dipendam. Izinkan Kami bertanya dengan lantang: Apakah Ibu masih ingat janji itu? Apakah Ibu masih ingin menepatinya?

Jika iya, maka mari segera buktikan. Tunjukkan peta jalan yang konkret untuk perjuangan DOB Pulau Mangoli. Libatkan masyarakat sipil, lembaga adat, kaum muda, akademisi, dan DPRD. Dan yang paling utama hentikan setiap proses yang membuka ruang tambang sebab Mangoli mempunyai potensi agro-maritim yang perlu dikembangkan menjadi DOB hijau di Maluku Utara.

Demikian surat ini kami sampaikan. Kami percaya bahwa pemimpin yang baik bukanlah yang sempurna, tetapi yang berani menepati janji dan bersedia mendengar suara rakyat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat kami,
Gahral Umasugi
Atas Nama Warga Pulau Mangoli
Kepulauan Sula

Tanggal, 4 Juli 2025

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest