Lebih dari Sekadar Temu Ramah, PWI–IKWI Pasaman Rajut Kembali Nilai Kekeluargaan dan Marwah Pers

More articles

Pasaman, Investigasi.news – Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika dunia jurnalistik yang terus berubah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kabupaten Pasaman menunjukkan bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terletak pada profesionalisme, tapi juga pada ikatan emosional dan kekeluargaan yang dijaga dengan tulus.

Hal itu tampak dalam kegiatan temu ramah yang digelar di kediaman Penasehat PWI Pasaman, Budi Hermawan, di Lubuk Sikaping, Jumat (4/7/2025). Suasana hangat penuh canda dan kebersamaan menghiasi pertemuan yang sederhana, namun sarat makna itu.

“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah bentuk konsolidasi batin—kita saling menguatkan, menyemai rasa kekeluargaan, dan kembali menyadari bahwa profesi ini harus dijalani dengan hati yang utuh, bukan hanya pena yang tajam,” ujar Budi Hermawan, penuh makna.

Menurutnya, peran IKWI sebagai pendamping moral dan emosional para wartawan kerap terlupakan di tengah sorotan pada sisi teknis jurnalistik. Padahal, kekuatan seorang wartawan tidak hanya datang dari ruang redaksi, tetapi juga dari rumah yang mendukungnya.

“Silaturahmi ini adalah ruh. Dari sini, kita menumbuhkan rasa percaya, loyalitas, dan semangat kolektif dalam menghadapi tantangan profesi ke depan,” tambahnya.

Ketua PWI Pasaman, Hendra Saputra, menggarisbawahi bahwa di tengah terpaan berita hoaks, tekanan eksternal terhadap pers, dan risiko-risiko kerja jurnalistik, ikatan kekeluargaan semacam ini menjadi tameng psikologis sekaligus penyegar batin.

“Bersama IKWI, kita ingin menegaskan bahwa profesi wartawan bukan profesi yang berdiri sendiri. Ada keluarga yang mendukung. Ada komunitas yang menopang. Dan ada semangat kebersamaan yang tidak boleh pudar,” jelasnya.

Temu ramah ini, menurutnya, juga menjadi refleksi internal bagi organisasi pers di daerah untuk terus menjaga nilai-nilai integritas, kekompakan, dan rasa saling memiliki. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, melainkan menjadi tradisi organisasi yang menguatkan akar PWI di tingkat lokal.

Di saat pers dituntut semakin profesional, wartawan juga harus semakin manusiawi. Dan nilai itulah yang dibangun di Lubuk Sikaping siang itu—dengan canda, obrolan hangat, dan secangkir kopi yang menyatukan hati.

Ris/PWI Pasaman

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest