Malut, Investigasi.news – Lunturnya (menurun) tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) lantaran adanya distorsi nilai dan moral yang dilakukan oknum pengurus atau bahkan ketua dari OKP atau Ormas itu sendiri.
“Tong (kita) berterima kasih untuk Pemuda dan Mahasiswa yang selalu gagah berani menyuarakan kepentingan masyarakat, namun sebaliknya sangat kecewa kepada oknum Ormas atau oknum Ketua OKP yang menampilkan prilaku amoral yang jauh dari nilai-nilai dasar perjuangan”, ujar Dani kepada investigasi (4/7).
Warga Kepulauan Sula asal Pulau Mangoli ini mencontohkan seorang (oknum) Ketua OKP yang menunjukan prilaku amoral sedang memeluk (diduga) LC ditempat hiburan malam yang kemudian beredar luas di media sosial (medsos), sangat tidak pantas, sahut Dani.
“Cocoknya setelah mereka menerima Pataka kehormatan sebagai Ketua dari situ mereka harus menjaga sikap dan tutur kata mereka, karena mereka itu orang pilihan yang patut diteladani bukan malah sebaliknya berprilaku takaroang (sembarangan-red)“, pungkas Dani.
Senada dengan Dani, Saleh seorang warga kota Sanana juga mengungkapkan kekecewaan yang sama terhadap oknum Pengurus Ormas dan Ketua OKP yang cenderung mencoreng nama organisasi.
“Sudah sepantasnya mereka menjaga sikap sesuai AD/ART mereka, sama halnya mereka menjaga kepercayaan masyarakat”, tutur Saleh.
Kepercayaan masyarakat bukan hanya pada lambang dan bendera organisasi mereka, tapi juga kepada para Ketua dan pengurus yang ada didalamnya, tutup Saleh.










