Banner

Empat Alat Berat Milik Pemkab Pidie Jaya Terbengkalai Bertahun-tahun, Kini Berkarat dan Nyaris Jadi Rongsokan

More articles

Pidie Jaya, Investigasi.news – Aset bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah milik Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya kini tampak tak lagi memiliki nilai guna. Empat unit alat berat milik pemerintah daerah dibiarkan terbengkalai di sejumlah lokasi selama bertahun-tahun hingga kondisinya rusak berat, berkarat, dipenuhi lumpur, dan tertutup semak belukar.

Pantauan kontributor Investigasi.News, Sabtu (4/7/2026), menunjukkan dua unit excavator berada di lahan kombatan Jim-jim dan Desa Paru, Kecamatan Bandar Baru. Sementara satu unit Bulldozer Caterpillar D5K XL berada di kawasan Peulandok, Kecamatan Trienggadeng, dan satu unit Bulldozer D7 berada di lahan kombatan Krueng Tijai.

Pemandangan yang tersaji memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan aset daerah. Alat berat yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan penanganan infrastruktur justru terbengkalai tanpa kejelasan kapan kembali difungsikan.

Kepala Bidang Aset Kabupaten Pidie Jaya, Bustami, membenarkan keempat alat berat tersebut merupakan aset daerah yang sudah mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dioperasikan selama kurang lebih tiga tahun.

“Ya, ada empat alat berat aset daerah, terdiri dari dua excavator dan dua bulldozer yang berada di lokasi berbeda. Semuanya rusak berat dan sudah sekitar tiga tahun tidak bisa digunakan,” ujar Bustami.

Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi penyebab perbaikan belum dapat dilakukan.

Ia mengaku telah mengajukan permohonan anggaran kepada Bupati Pidie Jaya agar seluruh alat berat tersebut dapat diperbaiki, dievakuasi dari lokasi, dan dipindahkan ke gudang penyimpanan.

“Beberapa hari lalu kami sudah mengajukan permohonan biaya perbaikan kepada Bupati. Jika anggaran disetujui, alat berat akan segera diperbaiki agar bisa dikeluarkan dari lokasi dan dibawa ke gudang penyimpanan,” katanya.

Dari hasil pengamatan di lapangan, kondisi aset tersebut terus mengalami penurunan. Hampir seluruh badan alat dipenuhi karat, sebagian tertutup rerumputan dan lumpur akibat terlalu lama tidak digunakan.

Jika penanganan kembali tertunda, kerusakan diperkirakan akan semakin parah sehingga biaya pemulihan akan semakin besar. Tanpa langkah penyelamatan yang cepat, aset daerah tersebut berisiko kehilangan nilai manfaatnya dan berubah menjadi besi tua.

Herry

spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest