Sawahlunto, investigasi.news — Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan pentingnya peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program dan kegiatan sepanjang tahun 2025. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel gabungan ASN di Lapangan Ombilin, Senin (5/1/2026).
Dalam arahannya, Wali Kota Riyanda menyebutkan bahwa evaluasi kinerja harus dilakukan secara objektif, tidak hanya menilai capaian program, tetapi juga ketepatan sasaran serta dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Evaluasi tersebut, menurutnya, menjadi dasar utama dalam melakukan perbaikan dan penguatan kinerja pada tahun 2026.
Riyanda juga menyampaikan sejumlah catatan strategis terkait perlunya pembenahan pola kerja ASN agar setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan lebih fokus, efisien, serta selaras dengan prioritas pembangunan daerah yang telah ditetapkan.
Memasuki tahun 2026, Wali Kota mengingatkan seluruh ASN untuk siap menghadapi tantangan pengetatan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi tersebut mencakup berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), serta keterbatasan anggaran pada tingkat APBD provinsi maupun kota.
“Oleh karena itu, ASN dituntut memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan program, agar tujuan pembangunan tetap dapat dicapai secara optimal,” ujar Riyanda.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, kondisi tersebut harus disikapi dengan kecermatan, inovasi, serta kemampuan menentukan skala prioritas, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan efektif dan berkelanjutan.
Wali Kota berharap melalui penguatan kinerja dan pola kerja yang lebih adaptif, ASN di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto mampu menjawab tantangan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan. Tumpak








