Permintaan Air Minum Kemasan Tinggi Di Sula, Peluang Buat Pabrik?

More articles

Malut, Investigasi.news – Dengan adanya program Tol laut dari pemerintah pusat maka diharapkan tidak ada lagi kelangkaan barang dan kemudian bisa menurunkan disparitas harga, sedangkan Program tol laut itu sendiri bertujuan untuk pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP).

Namun sayangnya di Kepulauan Sula Program tol laut belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik, sehingga belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat khususnya untuk masalah harga barang, diharapkan ada campur tangan pemerintah daerah sehingga tol laut bisa memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi di negeri Dad Hia Ted Sua.

Pada sisi yang lain untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Kepulauan Sula, kita masih bergantung dari daerah luar, contoh kecil untuk air minum kemasan (kemasan gelas dan botol), dari data yang dikantongi media ini, permintaan akan barang ini cukup tinggi.

Satu waktu, ada permintaan air minum kemasan itu sekitar 7 container melalui tol laut di pelabuhan Malbufa-Sanana Utara, berselang satu minggu adalagi permintaan untuk barang yang sama.

“Tinggi memang kebutuhan untuk air minum kemasan, karena hitung saja kalo ada orang kaweng orang bekeng hari (orang meninggal-red)”, sahut Opan, salah seorang warga Kepulauan Sula (5/2).

Sementara harga air minum kemasan gelas di Sula dijual dengan harga Rp 25.000-30.000/karton, harga ini bisa naik kalo sampai di desa-desa, harga naik karena ditambah biaya distribusi.
Sedangkan untuk harga minuman air kemasan botol di Sula berbandrol Rp 65.000-70.000/karton tergantung merk.

Bagaimana apa anda tertarik untuk membuka pabrik air minum kemasan di Kepulauan Sula?

RL

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest