Malang, Investigasi.News – Tingginya harga dan kebutuhan bahan pokok membuat kehadiran Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi magnet bagi masyarakat. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan GPM di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Selasa (4/11/2026). Sejak kegiatan dibuka, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau berkat subsidi Pemerintah Kabupaten Malang.
Antusiasme masyarakat bahkan melampaui ketersediaan sejumlah komoditas yang dipasarkan. Akibatnya, sebagian pengunjung harus pulang tanpa mendapatkan bahan pangan yang dibutuhkan karena persediaan telah habis terjual.
Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan betapa besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pangan dengan harga yang lebih bersahabat. Di tengah tekanan ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, program intervensi harga seperti GPM menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu menjaga daya beli rumah tangga.
Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi. Kehadiran pimpinan perangkat daerah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program stabilisasi pasokan dan harga pangan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, GPM menghadirkan sejumlah komoditas pangan bersubsidi. Pemerintah daerah memberikan subsidi untuk tujuh jenis komoditas, meliputi beras sebanyak 1.500 kilogram dengan subsidi Rp1.000 per kilogram, minyak goreng 300 liter dengan subsidi Rp3.000 per liter, gula pasir 200 kilogram dengan subsidi Rp3.000 per kilogram, serta telur 100 kilogram dengan subsidi Rp2.500 per kilogram.
Selain itu, tersedia pula bawang merah, bawang putih, dan cabai yang masing-masing disiapkan sebanyak 35 kilogram dengan subsidi Rp3.000 per kilogram.
Tidak hanya komoditas bersubsidi, kegiatan tersebut juga menyediakan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 ton serta Minyakita sebanyak 600 liter dalam kemasan 1 liter.
Mahila Surya Dewi menegaskan bahwa subsidi harga melalui Gerakan Pangan Murah memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Subsidi harga melalui GPM ini sangat dibutuhkan masyarakat dan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” tuturnya.
Menurutnya, GPM tidak sekadar menjadi sarana penyediaan bahan pangan dengan harga di bawah harga pasar, tetapi juga merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas pangan yang rentan mengalami gejolak.
Membludaknya pengunjung hingga sejumlah komoditas habis terjual menjadi gambaran nyata bahwa kebutuhan terhadap program pangan murah masih sangat tinggi. Kondisi ini sekaligus menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperhatikan kecukupan stok, pemerataan distribusi, serta jangkauan pelaksanaan GPM agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang berharap akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok semakin mudah, daya beli rumah tangga tetap terjaga, serta stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah dapat dipertahankan.
Lebih dari sekadar kegiatan pasar murah, GPM menjadi wujud intervensi pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Tingginya animo warga di Wagir menjadi penegas bahwa kebijakan subsidi pangan memiliki peran strategis dan perlu terus diperkuat secara berkelanjutan. Guh













