Kepanjen – Komitmen penguatan infrastruktur terus dipacu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui peran strategis Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM). Selain mendukung pengembangan jalur wisata, DPUBM bersama perangkat daerah terkait kini mengakselerasi peningkatan jalan lingkungan desa sebagai tulang punggung mobilitas dan ekonomi warga.
Berdasarkan data Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, sedikitnya 125 titik jalan desa akan diperbaiki dan tersebar di 28 kecamatan pada 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat konektivitas wilayah hingga tingkat desa.
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Farid Habibah, menyebutkan bahwa proyek ini dibiayai melalui APBD 2026 dengan total anggaran sekitar Rp 21,5 miliar.
“Tahun ini rencananya ada 125 titik di 28 kecamatan yang akan diperbaiki,” ujarnya kemarin.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menegaskan bahwa perbaikan jalan lingkungan memiliki peran penting dalam sistem jaringan jalan secara keseluruhan.
Ia menyebut, meskipun skala jalan lingkungan relatif kecil, dampaknya sangat besar terhadap aktivitas harian masyarakat.
“Jalan lingkungan ini menjadi akses dasar masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan sosial. Karena itu, peningkatan kualitasnya tetap menjadi perhatian kami agar konektivitas dari desa ke jalan utama bisa berjalan optimal,” tegasnya.
Khairul juga menambahkan bahwa sinergi antar perangkat daerah menjadi kunci agar pembangunan jalan tidak parsial, melainkan saling terhubung dan berkelanjutan.
Farid menegaskan bahwa proyek perbaikan ini merupakan hasil akumulasi usulan sejak tahun sebelumnya, baik melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), laporan masyarakat, maupun hasil survei internal.
“Masih disusun untuk pekerjaan terbaru. Sementara kami selesaikan yang dulu-dulu belum sempat tergarap,” imbuhnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, jumlah titik pekerjaan tahun ini sedikit menurun dibandingkan 2025. Tahun lalu, DPKPCK telah menangani 184 titik jalan lingkungan dengan total panjang sekitar 53 kilometer.
Sebanyak 26 titik di 14 kecamatan di antaranya merupakan pekerjaan peningkatan jalan desa, tersebar di wilayah seperti Tajinan, Wonosari, Wagir, Ngajum, Kalipare, Pagak, Turen, Wajak, Poncokusumo, Gedangan, Tirtoyudo, Pakis, hingga Jabung.
Metode pengerjaan pun bervariasi, mulai dari pembangunan ulang dengan rabat beton hingga pemasangan paving block. Sebagian besar jalan yang diperbaiki sebelumnya dalam kondisi rusak berat, baik jalan aspal maupun jalan tanah.
Dengan panjang rata-rata per titik kurang dari satu kilometer, perbaikan ini dinilai tetap memberikan dampak signifikan bagi kelancaran mobilitas warga desa.
Guh
















