Iklan muba

Mahasiswa Politeknik Pertanian Payakumbuh Gelar Aksi Damai, Wabup Lima Puluh Kota: “Kalau Tak Ada Perubahan, Kami Siap Mundur”

More articles

Lima Puluh Kota — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menyambut aksi damai yang digelar puluhan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di kawasan Bukik Limau, Kecamatan Harau, Kamis pagi (7/5/2026).

Aksi yang berlangsung tertib itu diawali dengan longmarch mahasiswa dari kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di Tanjung Pati menuju Kantor Bupati Lima Puluh Kota. Pengamanan dilakukan secara ketat oleh personel Polres 50 Kota, TNI, serta Satpol PP guna memastikan jalannya aksi tetap kondusif.

Kedatangan mahasiswa disambut langsung oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Antoni, Kepala Badan Kesbangpol Dedi Permana, Kasat Pol PP Ramadinol, serta Kepala Dinas Perhubungan M. Darmawijaya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menggelar doa bersama dan menyampaikan sejumlah aspirasi melalui orasi. Mereka mendesak pemerintah daerah agar segera memperbaiki akses jalan, menyediakan jaringan internet yang memadai, serta melakukan pemerataan distribusi listrik bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti persoalan kesejahteraan guru honorer yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

“Kami mendesak pemerintah untuk menyediakan jaringan internet serta fasilitas penunjang lainnya, termasuk penuntasan masalah kesejahteraan guru honorer,” ujar Presiden Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Arif Al Hakim, saat membacakan tuntutan aksi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan sikap kritis mahasiswa terhadap pembangunan daerah.

Menurutnya, kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan bentuk kecintaan terhadap Kabupaten Lima Puluh Kota dan menjadi pengingat bagi pemerintah agar terus bekerja lebih baik.

“Alhamdulillah mahasiswa masih kritis dan aktif. Kita sama-sama mencintai guru honorer, sama-sama mencintai Kabupaten Lima Puluh Kota. Kalau tidak ada perubahan baik ke depannya, kami siap mundur,” tegas Ahlul Badrito Resha di hadapan massa aksi.

Aksi damai berlangsung aman dan tertib hingga selesai. Pemerintah daerah berharap aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi masukan dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Lima Puluh Kota. Oyon

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest