Sawahlunto, investigasi.news – Bawaslu kota Sawahlunto menggelar Rapat Koordinasi pembinaan kelembagaan Bawaslu Kota Sawahlunto pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XII/2024, di Hotel Khas Ombilin, Kamis ( 7/8/2025)
Ketua Bawaslu kota Sawahlunto menyatakan pentingnya kerja sama yang bersinergi maka sangat penting digelar Rapat Koordinasi pembinaan kelembagaan Bawaslu Kota Sawahlunto pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XII/2024.
” Guna lebih mempersiapkan kelembagaan dalam menyukseskan tahapan kegiatan kedepan” kata
Pada kegiatan yang dihadiri KPU kota Sawahlunto, OPD dan tokoh masyarakat ini Wakil Wali Kota Jeffry menyampaikan bahwa sejauh ini suasana pelaksanaan pesta demokrasi di Kota Sawahlunto selalu berlangsung dalam situasi yang kondusif dan stabil, tanpa gangguan signifikan terhadap ketertiban umum.
“Kondisi ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor antara penyelenggara pemilu, Forkopimda, dan masyarakat. Ke depan, Pemko Sawahlunto berkomitmen untuk terus menyesuaikan kebijakan serta program daerah dengan arahan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, terutama dalam menyambut tahapan Pemilu yang semakin kompleks,” ujar Jeffry.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Rovanly Abdams dalam paparannya menekankan pentingnya integrasi kelembagaan antara Pemko dan Bawaslu.
Ia juga memaparkan sejumlah potensi dan strategi teknis yang dapat dioptimalkan dalam pengelolaan Pemilu dari sudut pandang pemerintah daerah, seperti: penguatan literasi demokrasi di tingkat lokal, distribusi logistik berbasis geografis, hingga pemetaan potensi kerawanan di tingkat RT/RW secara digital.
Pemko Sawahlunto menyambut baik forum koordinasi ini sebagai bagian dari upaya menyempurnakan ekosistem demokrasi lokal, dengan menempatkan prinsip netralitas ASN, transparansi data, serta kematangan kelembagaan sebagai fondasi utama.
Pada rakor itu, Dosen Hukum Tata Negara dan Aktivis Pemilu dan Demokrasi Khairul Anwar memaparkan penguatan pascaputus MK dengan diskusi serta tanya jawab pada kegiatan yang juga dihadiri mahasiswa dan ormas kota itu.
(Tumpak)








