AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan Jembatan Batang Tumayo (J.206) dan Jembatan Balok di Kecamatan Tanjung Raya.
Progres pembangunan kedua jembatan tersebut turut menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Agam melalui pemantauan informasi dan perkembangan pembangunan di lapangan. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan informasi terkait pembangunan infrastruktur daerah dapat diketahui masyarakat secara terbuka.
Kedua jembatan tersebut dibangun melalui kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2026, subkegiatan Pembangunan Jembatan. Infrastruktur ini memiliki peran strategis karena menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan kawasan Sungai Batang menuju Maninjau dan sebaliknya.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Agam, pembangunan Jembatan Batang Tumayo dan Jembatan Balok merupakan bagian dari Paket I (Tambahan TKD) JBT.
Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.686.306.857, dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender. Pelaksana pekerjaan adalah CV Hadispitra Jaya Kencana, sedangkan pengawasan dilakukan oleh PT Putra Aulia Konsultan.
Pekerjaan tersebut bersumber dari TKD, dengan nomor kontrak 2.2.43/JBT.TKD-P.I/DPUTR-AG/VII.2026.
Di lokasi, proses pembangunan masih terus berlangsung. Sejumlah material konstruksi terlihat berada di sekitar area pekerjaan, sementara pengerjaan struktur jembatan terus dilakukan untuk mengejar target penyelesaian sesuai kontrak.
Pemantauan terhadap pembangunan ini tidak hanya penting dari sisi progres pekerjaan, tetapi juga untuk melihat sejauh mana keberadaan infrastruktur tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sejumlah warga di sekitar lokasi mengaku mulai merasakan perubahan positif, khususnya terkait kondisi air yang sebelumnya kerap mengganggu permukiman ketika debit sungai meningkat.
Salah seorang warga mengatakan, pembangunan tersebut sangat membantu masyarakat. Sebelumnya, ketika hujan deras dan air sungai membesar, air kerap meluap hingga masuk ke rumah warga.
“Pembangunan ini sangat bermanfaat bagi kami. Biasanya kalau air besar, air sampai naik ke rumah. Sekarang sudah tidak lagi, karena sudah mengikuti aliran sungai yang dibentuk,” ungkap warga.
Menurut warga, kondisi tersebut membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman. Selain akses transportasi menjadi lebih baik, pembangunan infrastruktur juga dinilai membantu mengurangi dampak luapan air yang sebelumnya menjadi persoalan bagi warga di sekitar lokasi.
Masyarakat berharap pembangunan kedua jembatan tersebut dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan. Mereka juga berharap infrastruktur yang dibangun mampu bertahan dalam jangka panjang sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.
Keberadaan dua jembatan ini diharapkan semakin memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga di kawasan Tanjung Raya.
Pemerintah Kabupaten Agam terus mendorong pembangunan dan peningkatan infrastruktur secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui pemantauan dan penyampaian informasi pembangunan, Diskominfo Agam turut berperan dalam memastikan perkembangan pembangunan daerah dapat diketahui publik secara jelas, termasuk manfaat yang mulai dirasakan masyarakat.
Jembatan dibangun, akses diperkuat, persoalan luapan air berkurang, dan aktivitas masyarakat diharapkan semakin lancar. (Daji)










