Miris, Isteri Sek Partai Demokrat Sula Diduga Gelapkan Uang Puluhan Juta Milik Pelaku UMKM

More articles

Malut, Investigasi.news-, Biasa dipanggil Tante Os pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di depan SMP Negeri 1 Sanana, bergelut dengan debu dan peluh, dari pagi menjajakan dagangannya kepada siswa dan siswi di Sekolah itu, nanti siang istirahat sebentar langsung mencari bahan dagangan (rujak) untuk ditawarkan kepada pengunjung di Taman Mangon, itu sekilas dari keseharian Tante Os, baginya hidup tidak akan pernah dimenangkan jika tidak diperjuangkan.

Namun ada hal lain yang membuat Tante Os mendatangi awak media investigasi pada Senin malam 6/10/2025, dirinya menceritakan sejumlah uang miliknya yang dipinjam oleh Ibu Ela isteri dari Sekretaris DPC Partai Demokrat Kab. Kepulauan Sula berinisial NU atau bisa dipanggil Bang Oji, uang itu sampai kini belum dikembalikan malah terkesan digelapkan.

“Kenapa saya sampe cerita ke Abang Wartawan, curhat ke media karena tidak ada itikad baik dari Lela (Ibu Ela-red) maupun suaminya Sek Partai Demokrat Oji”, ujar Tante Os (6/10).

Lebih lanjut dirinya bercerita, masalah ini bermula pada (sekitar) bulan Desember 2024 saat itu ia yang memang dekat dengan Ibu Lela karena momentum Pilkada sehingga sering berjalan maupun agenda bersama. Waktu itu kita sama-sama ikut arisan, kemudian nama saya yang keluar duluan dapat Rp 10 juta, nah disitu dia (Ibu Ela-red) minta pinjam dengan dalih orang tuanya sakit keras untuk biaya pengobatan, karena iba dengan alasan demikian maka saya merelakan uang tersebut dengan catatan akan diganti ketika nanti nama arisan dia keluar, tapi usut punya usut owner arisan kasih tau kalo dia dikeluarkan tidak lagi ikut arisan karena tidak menunaikan kewajibannya atau tidak membayar, disitu saya kaget dan mulai resah, tapi dia (Ibu Ela-red) selalu menenangkan dan meyakinkan saya bahwa dia menyanggupi akan mengembalikan uang Rp 10 juta tersebut.

“Talingkar Abang Wartawan (Talingkar = bahasa khas orang Sula yang artinya Rumit), setiap saya tagih ada saja alasannya, dan saya selalu dijanjikan, mulai dari tunggu pencairan di bank, sampai macam-macam alasannya, pokoknya Talingkar”, pungkas Tanta Os.

Sampai akhirnya Tante Os hanya bisa meratapi nasibnya, uang Rp 10 juta sudah 10 bulan belum juga dikembalikan, padahal uang itu rencana menjadi tabungan biaya pendidikan (kuliah) anaknya.

Dengan gamblang Tante Os bilang, bahwa dia (Ibu Ela-Red) begitu tega, padahal kurang baik apa dirinya, muat saja, memang faktanya demikian dia adalah isteri dari Sekretaris Demokrat Kepulauan Sula, kata Tante Os.

Bukan mau menjelekkan Partai Demokrat Sula, ini hanya oknum, karena saya juga Kader Partai Demokrat Sula, dan saya orang lama di Demokrat Kepulauan Sula, sambung Tante Os.

Disentil apakah masalah ini pernah diceritakan ke NU atau Bang Oji Sek Partai Demokrat Sula, Tante Os menjawab jika berkali-kali dia menceritakan hal ini ke Oji tapi tetap tidak ada itikad baik.

“Sama saja tidak ada itikad untuk mengembalikan uang itu, saya sangat menyesal saat itu mudah percaya memberikan uang Rp 10 juta tanpa tanda terima (kwitansi-red) tapi saya punya bukti WA percakapan terkait uang itu dengan dia (Ibu Lela-Red), habis sabar saya akan lapor polisi”, imbuh Tante Os.

Sementara itu NU alias Bang Oji saat dikonfirmasi media ini sempat mengatakan tidak tahu-menahu permasalahan itu.

“Jangan bawa nama saya, saya lapor polisi”, hardik Bang Oji.

Ketika dijelaskan bahwa awak media investigasi berniat mengkonfirmasi agar pemberitaan berimbang, Sek Demokrat Sula baru mengatakan bahwa maksudnya dia akan melaporkan Tante Os bukan wartawan investigasi.

“Saya merasa siapa yang punya masalah, lalu konfirmasinya ke siapa, terkesan kaya menekan saya, padahal saya tidak tahu apa-apa”, sambung Bang Oji.

Setelah itu giliran Ibu Ela yang menghubungi media ini, dan membantah tudingan Tante Os, menurut Ela dia memang berhutang namun sudah dikembalikan.

“Dalam dua bulan itu kan sudah saya kembalikan, pada dia (Tante Os-Red), apa dia tidak hitung”, tegas Ibu Ela.

Saya akan lapor Polisi, saya bukannya tidak mengaku berhutang, saya memang berhutang namun sudah saya bayar, tutur Ibu Ela.

Sempat ditanya apakah saat pengembalian ada tanda terima, Ibu Ela tidak sempat menunjukan, hanya saja dia terus meyakinkan awak media investigasi bahwa uang hutang tersebut sudah dikembalikan.

Terakhir Ibu Ela berpesan, tolong sampaikan ke Tante Os saya masih sabar, tapi kalo sudah berlebihan saya juga akan ambil langkah.

Sampai berita ini ditayangkan sepertinya belum ada titik temu permasalah hutang-piutang maupun dugaan penggelapan uang Rp 10 juta yang dituduhkan Tante Os kepada Ibu Ela.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest