ember, Investigasi.News- Selain bekerjasama dengan media massa, untuk menyampaikan hal-hal stategis berkenaan program Kabupaten Jember, berbagai upaya dilakukan oleh Pemkab Jember melalui Diskominfo Jember. Salah satu trobosannya bekerjasama juga dengan mediagram dan influencer media sosial dengan menggunakan anggaran yang cukup besar, mencapai 2,6 Miliar.
Diskominfo Jember menetapkan anggaran Rp 2,6 miliar, untuk mediagram lokal Rp 200 juta, untuk mediagram Jawa Timur Rp 250 juta, untuk influencer lokal Jember, dan Rp 840 juta untuk influencer regional Jawa Timur.
Menyoroti besarnya anggaran yang digunakan dan dirasa kurangnya efektifitas dalam mensosialisasikan program Pemkab Jember, Ketua komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto mengatakan bahwa dirinya akan kembali mengadakan RDP bersama Diskominfo untuk mengevaluasi kembali kinerja dari mediagram dan Influenser.
“Kami kembali akan lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Diskominfo Jember terkait keefektifan kinerja influencer dan mediagram dalam mensosialisasikan program Pemkab.” Ungkap Candra diruang kerjanya. Senin (8/9/2025)
Ia menambahkan bilamana hasilnya tidak efektif, pihaknya akan menyarankan Pemkab Jember untuk mempertimbangkan kembali dengan memberdayakan media dan wartawan lokal yang ada di Jember.
“Kawan-kawan media yang asli Jember dan masih belum terfasilitasi oleh Diskominfo kan masih banyak, bisa diberdayakan untuk memberitakan potensi serta program positif dari Pemkab Jember. Hal itu dirasa lebih efektif.” imbuhnya.
Selain itu, dalam RDP nanti bersama Diskominfo, Candra juga akan menanyakan terkait rekrutmen pendamping PPID yang ditempatkan dibeberapa OPD dan Kecamatan.
“Apakah orang-orang yang direkrut sebagai pendamping PPID tersebut sudah sesuai dengan persyaratan yang berlaku, karena terindikasi ada pendamping PPID yang berasal dari luar Kabupaten Jember” imbuhnya.








