Stone Crusher di Padang Pariaman Lumpuh, Diduga Dampak Efisiensi Anggaran Pemerintah

More articles

Padang Pariaman, Investigasi.news– Aktivitas mesin pemecah batu (stone crusher) di Kabupaten Padang Pariaman kian lesu. Banyak perusahaan terpaksa menghentikan operasional karena tidak adanya permintaan material serta minimnya proyek pembangunan di daerah tersebut.

Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari lima bulan terakhir. Tidak adanya proyek akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah membuat perusahaan sulit menutup biaya operasional. Bahkan, sejumlah perusahaan terpaksa merumahkan karyawannya karena tidak lagi sanggup membayar gaji.

“Sejak proyek-proyek pembangunan berhenti, mesin kami ikut berhenti. Biaya operasional tidak bisa ditutupi, apalagi untuk menggaji karyawan. Banyak teman-teman sudah dirumahkan,” ungkap salah seorang pengusaha stone crusher di Padang Pariaman.

Lesunya sektor konstruksi akibat efisiensi anggaran bukan hanya memukul para pelaku usaha, tetapi juga berpotensi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi daerah. Padahal, sektor ini selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

Para pelaku usaha berharap pemerintah segera mencari solusi agar dampak efisiensi anggaran tidak semakin meluas. Dukungan pemerintah dinilai penting untuk menghidupkan kembali aktivitas usaha di sektor pertambangan dan konstruksi.

Di sisi lain, pelaku usaha juga diingatkan agar saat kondisi kembali normal, mereka berkomitmen memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Hal itu dapat diwujudkan dengan kepatuhan membayar pajak dan retribusi secara tertib, sehingga terbangun tata kelola industri yang profesional, legal, dan berkelanjutan.

Mb

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest