ACEH SINGKIL, Investigasi.News- Sejumlah perangkat desa di Desa Situmban Makmur Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil ramai-ramai mengundurkan diri karena merasa tak dihargai oleh oknum Kepala Desa inisial IPS. Pada Senin 03 Maret 2026.
‎
‎Video pengunduran diri ini ramai di share oleh warganet di media sosial Facebook.
‎
‎Dari penuturan salah seorang perangkat desa inisial M kepada wartawan menjelaskan, hal ini bermula dengan kasus yang menjerat sang kepala desa inisial IPS yang diduga melarikan anak gadis salah seorang warga setempat dan sempat membuat heboh.
‎
‎”Benar, tadi kami telah bersama-sama mengundurkan diri dari perangkat desa Desa Situban Makmur yang terdiri dari 3 Kaur dan 3 Kadus,” ucap M.
‎
‎M menuturkan, pengunduran diri ini sehari sebelumnya sudah dilakukan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) dan kami (para perangkat desa _red) mengundurkan diri pada hari ini, terangnya.
‎
‎”Kami merasa tak dihargai dan dicemooh oleh warga karena tak bisa menyelesaikan persoalan salah satunya keluhan warga termasuk dari famili perempuan tersebut meminta agar kami memfasilitasi kejadian anaknya diduga dilarikan oleh Kepala Desa, namun hingga berbulan-bulan tak kunjung selesai,” ujarnya.
‎
‎Menurutnya, sesuai adat istiadat desa ada beberapa hal yang dilakukan, dengan mengundang tokoh agama dan tokoh adat namun hal tersebut tak di indahkan oleh kepala desa, tutur M.
‎
‎Kabar IPS menikahi seorang wanita tersebut, M membenarkan kejadian itu dan terjadi pada Oktober 2025 silam di Pemko Subulussalam dan sempat orang tua dari perempuan tersebut melaporkan ke pihak kepolisian namun baru-baru ini laporannya telah dicabut.
‎
‎”Katanya telah dinikahinya di Pemko Subulussalam Oktober lalu, namun tidak ada kami ketahui, makanya kami selaku perangkat desa tak dapat berbuat banyak, dari pada kami selalu di cemooh oleh warga lebih baik kami mundur,” ujar M.
‎
‎”Pada intinya kami mundur ini karena tidak ada penyelesaian secara adat, seharusnya kalau udah nikah adalah penyelesaian secara adat, tapi ini sudah lebih sebulan tak ada respon sama sekali dan kami merasa tak dihargai selaku perangkat desa,” imbuhnya.
‎
‎Sebelumnya, dari beberapa sumber berita, IPS Kepala Desa Situban Makmur yang memiliki istri sah diduga melarikan anak gadis berumur 20 tahun anak dari warga setempat, karena merasa tak senang orang tua dari sang perempuan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, namun belakangan diketahui laporan itu telah dicabut oleh orang tua wali dari perempuan tersebut.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Desa dan pihak berwenang akan persoalan tersebut.
‎
‎
‎
‎Rusid Hidayat
‎
Merasa Tak Dihargai Aparatur Desa Di Situban Makmur Aceh Singkil Ramai-Ramai Mengundurkan Diri








