Proyek Rp1,8 Miliar Disorot, Kepsek SMPN 6 Talang Kelapa Tantang KPK Periksa Pembangunan Sekolah

More articles

Banyuasin — Pembangunan gedung baru di SMP Negeri 6 Talang Kelapa, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek yang dikerjakan secara swakelola pada tahun anggaran 2025. Kepala sekolah setempat bahkan menyatakan siap diperiksa oleh pihak berwenang terkait proyek tersebut.

Saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kepala SMP Negeri 6 Talang Kelapa menyampaikan bahwa pihaknya tidak keberatan jika pembangunan tersebut diperiksa oleh lembaga terkait, termasuk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, maupun Inspektorat Kabupaten Banyuasin.

“Silakan saja diperiksa. Kami menunggu pemeriksaan dari KPK, Dinas Pendidikan, maupun Inspektorat,” ujar kepala sekolah kepada wartawan.

Diketahui, pembangunan tersebut mencakup tiga ruangan, yakni satu ruang kantor sekolah, satu ruang laboratorium, dan satu ruang kelas belajar. Proyek itu disebut menelan anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang bersumber dari program pembangunan dengan metode swakelola.

Kepala sekolah menjelaskan bahwa secara teknis pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh panitia pelaksana pembangunan yang dibentuk oleh pihak sekolah. Meski demikian, ia mengakui bahwa tanggung jawab terhadap pembangunan tersebut tetap berada pada pihak sekolah, khususnya kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama.

“Pekerjaan dilaksanakan oleh panitia pelaksana pembangunan melalui sistem swakelola. Namun yang bertanggung jawab tetap pihak sekolah, terutama kepala sekolah,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah pihak mempertanyakan kualitas pembangunan tersebut. Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat dugaan bahwa beberapa bagian konstruksi tidak dikerjakan sesuai standar teknis. Salah satu sumber di lingkungan sekolah menyebutkan bahwa pondasi bangunan dinilai terlalu dangkal dan pemasangan bata dilakukan saat struktur tiang cor belum sepenuhnya kuat.

“Dari yang kami lihat saat pembangunan berlangsung, pondasi hanya beberapa sentimeter lalu langsung dipasang bata. Tiang cor juga masih muda dan sempat terlihat goyang saat dikerjakan,” ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, saat diminta penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut, kepala sekolah memilih tidak memberikan keterangan rinci kepada awak media. Ia kembali menegaskan bahwa pihaknya menunggu pemeriksaan dari lembaga terkait.

Sikap tersebut justru menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat dan pihak sekolah. Beberapa pihak menilai klarifikasi yang terbuka sangat diperlukan agar polemik terkait pembangunan gedung sekolah tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi.

Oleh karena itu, sejumlah pihak berharap instansi terkait seperti Inspektorat, Dinas Pendidikan, maupun aparat penegak hukum dapat segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek pembangunan di SMP Negeri 6 Talang Kelapa. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah proses pembangunan telah sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.

M. Buddy

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest