Padang Panjang, investigasi.news – Dari hutan belantara dan berada di kaki gunung Marapi menjadi kawasan lahan peternakan, kawasan lahan peternakan dengan luas lebih 65 ha diketahui milik dari Mantan Kapolda Gorontalo Irjen pol (purn) DR. Angesta Romano Yoyol, SH, MH. Kawasan peternakan Ajiros merupakan satu diantara kawasan peternakan yang ada di Propinsi Sumatera Barat tepatnya berada di Kanagarian Andaleh Kabupaten Tanah Datar.
Berkat kemauan dan kerja keras akhirnya kawasan peternakan Ajiros berkembang dan menjadi tempat study tiru bagi Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Kamis (09/04) pagi rombongan Bupati Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo Drs. Rum Pagau mengunjungi Kawasan peternakan Ajiros yang di miliki Jenderal (Purn) Yoyol.
Rombongan Bupati Bualemo tersebut di dampingi oleh Staf khusus Mantan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Ridwan, Wakil Ketua DPRD Bualemo Iwan Woluwo, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Boalemo Andi Faisal Hurudji,S.pi dan staf.
Rombongan sebelum menuju Kawasan peternakan Ajiros, transit di kediaman Jenderal Yoyol tepatnya di Kacang Kayu Kota Padang Panjang dan setelah itu langsung ke kawasan peternakannya.
“Luar Biasa.. di kaki gunung peternakan bisa berkembang” ujar Bupati mengawali.
Biasanya peternakan berada di tengah padang yang luas dan datar, ini berada di kaki gunung, bisa berkembang, luar biasa” kagumnya.
Selaku Pemilik Kawasan peternakan Yoyol, mengajak rombongan Bupati Bualemo berkeliling sampai melihat ternak hewan yang ada di areal tersebut.
Kepada media Bupati Bualemo Rum Pagau mengatakan, selepas dari Peternakan Ajiros ini dia langsung perintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan hal yang sama di Kabupaten Boalemo.
“Saya dengan teman-teman saya dari kabupaten Bualeno propinsi Gorontalo dan juga di dampingi oleh wakil ketua DPRD kabupaten bualemo juga ikut. Dan juga ada kepala dinas pertanian dan peternakan yang mendampingi saya. Tujuan utama kami kesini adalah Study Tiru namanya/study banding pengelolaan peternakan yang ada di sini yaitu di tanah datar/ Padang panjang.
Dan kebetulan, lanjutnya, kawasan peternakan ini milik dari pak yoyol yang pernah jadi Kapolda di propinsi Gorontalo, oleh karena itu beliau menawarkan memang, kami juga ingin melihat bagaimana cara beliau beternak sapi, berkembang, dan ini kami study banding untuk kepentingan daerah kepentingan dari pada rakyat di kabupaten bualemo khususnya , dan Gorontalo pada umumnya.
Kabupaten bualemo sendiri , katanya melanjutkan, lebih fokus ke pertanian perkebunan, seluruh tanaman keras kita kembangkan mulai dari tanaman durian kemudian kakao, ada jambu mente juga ada pala, kelapa sawit. nah komoditi ini kita kembangkan kemudian peternakan ini juga memang sudah lama di Gorontalo di bualemo tetapi belum dikelola secara profesional seperti yang ada di Padang panjang ini.
Kita mau selepas balik dari peternakan Pak Yoyol ini nantinya akan segera laksanakan bangun hilirisasi sampai rumah potong pun harus ada karena salah satu pelabuhan yang sudah ditetapkan pusat itu adalah pelabuhan anggre itu menjadi pelabuhan ekspor untuk kawasan Indonesia timur.
Maka peluang ini lanjutnya, harus supaya ditangkap dan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Gorontalo dan bisa berkembang.” Tandasnya. Km

















