Dituduh Jual Rumah Rp60 Juta, Pemilik Rumah Angkat Bicara dan Bongkar Kronologi

More articles

Batam — Polemik terkait tuduhan pembelian sebuah rumah dengan harga Rp60 juta akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari pihak pemilik rumah. Ia menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh seorang perempuan bernama Ibu Siin adalah tidak benar dan menyesatkan.

Dalam keterangannya, pemilik rumah menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak pernah terjadi transaksi jual beli rumah dengan harga Rp60 juta sebagaimana yang telah beredar di masyarakat.

“Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah menjual rumah saya kepada Ibu Siin seharga Rp60 juta seperti yang diberitakan. Informasi tersebut tidak benar dan sangat menyesatkan,” tegas pemilik rumah.

Awal Komunikasi dengan Calon Pembeli

Menurut penjelasannya, orang yang pertama kali menyatakan minat untuk membeli rumah tersebut adalah Winarsi Nasution, seorang pekerja yang saat ini berada di Singapura. Komunikasi awal terjadi melalui pesan langsung di Facebook, kemudian dilanjutkan melalui WhatsApp.

Dalam percakapan itu, Winarsi menyampaikan bahwa keluarganya akan datang untuk melihat rumah yang dimaksud.

Keesokan harinya, datanglah Ibu Siin yang diperkenalkan sebagai keluarga dari Winarsi Nasution untuk melihat kondisi rumah tersebut.

“Saya menunjukkan rumah tersebut kepada Ibu Siin. Perlu diketahui juga bahwa sertifikat rumah itu sebenarnya atas nama adik saya,” jelasnya.

Winarsi Menyatakan Tertarik Lewat Video Call

Setelah melihat rumah tersebut, Ibu Siin kembali berkomunikasi dengan Winarsi melalui WhatsApp. Bahkan, Winarsi sempat melihat kondisi rumah melalui video call dan menyatakan ketertarikannya untuk membeli rumah tersebut.

Karena berada di luar negeri, Winarsi kemudian meminta agar uang tanda jadi (DP) diserahkan melalui Ibu Siin sebagai perwakilan di Indonesia.
Pemilik rumah menyebutkan bahwa uang DP diberikan sebanyak dua kali sebagai bentuk keseriusan awal untuk membeli rumah tersebut.

Dalam kesepakatan awal juga telah disepakati secara jelas bahwa apabila pihak pembeli membatalkan transaksi, maka uang DP dinyatakan hangus.

Menunggu Hampir Sembilan Bulan Tanpa Pelunasan

Namun setelah kesepakatan tersebut dibuat, pelunasan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Pemilik rumah mengaku telah memberikan waktu yang sangat panjang kepada pihak pembeli.

“Saya sudah menunggu hampir sembilan bulan agar rumah tersebut dilunasi. Tapi sampai waktu yang cukup lama itu tidak ada
penyelesaian dari pihak pembeli,” ungkapnya.

Tetap Beritikad Baik, Sebagian Uang Dikembalikan

Meskipun dalam perjanjian disebutkan uang DP akan hangus jika transaksi dibatalkan, pemilik rumah menyatakan tetap menunjukkan itikad baik.

Ia mengembalikan sebagian uang kepada pihak tersebut, yakni Rp1 juta melalui transfer ke rekening Ibu Siin dan Rp10 juta secara tunai.

Klaim Ibu Siin Mengumpulkan Uang Sendiri Juga Dibantah

Pemilik rumah juga membantah keras klaim yang menyebut bahwa Ibu Siin mengumpulkan uang sendiri untuk membeli rumah tersebut.
Menurutnya, uang yang masuk ke rekening Ibu Siin berasal dari Winarsi Nasution yang bekerja di Singapura, bukan dari hasil pengumpulan pribadi seperti yang disebutkan.

“Hal itu bisa dibuktikan melalui rekening koran rekening BRI milik Ibu Siin yang menunjukkan bahwa uang tersebut berasal dari Winarsi Nasution,” jelasnya.

Harga Rumah Disebut Jauh di Atas Rp60 Juta

Di akhir klarifikasinya, pemilik rumah kembali menegaskan bahwa nilai rumah tersebut jauh dari angka Rp60 jutayang disebutkan dalam tuduhan.

Menurutnya, harga rumah di kawasan tersebut saat ini sudah berada di kisaran ratusan juta rupiah, bahkan bisa mencapai lebih dari Rp250 juta.

“Jadi sangat tidak masuk akal jika rumah itu disebut dijual Rp60 juta. Harga pasaran di wilayah ini sudah ratusan juta,” tegasnya.

Harap Klarifikasi Menghentikan Informasi Keliru

Pemilik rumah berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat serta menghentikan spekulasi yang tidak berdasar.

Ia juga menegaskan bahwa penyampaian fakta ini dilakukan agar publik tidak lagi disesatkan oleh informasi yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

Fransisco chrons

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest