Ada Apa dengan Bea Cukai Batam? Aliansi LSM–ORMAS Peduli Kepri Dukung Polresta Barelang Bongkar Sindikat Barang Bekas di Jalur Hijau

More articles

 

Batam, Investigasi.News – Langkah tegas Polresta Barelang dalam mengungkap praktik ilegal sindikat perdagangan barang bekas di Kota Batam mendapat apresiasi tinggi dari Aliansi LSM–ORMAS Peduli Kepri. Ketua Umum Aliansi, Ismail Ratusimbangan, menilai keberhasilan aparat kepolisian ini menjadi alarm keras bahwa aktivitas perdagangan gelap di balik jalur resmi pelabuhan masih jauh dari kata bersih.

“Dulu mereka beroperasi lewat pelabuhan tikus dengan kapal kayu. Kini justru berani bermain di jalur hijau, menggunakan kontainer bersegel dan berstiker Bea Cukai. Ini jelas menimbulkan kecurigaan serius,” ujar Ismail saat dikonfirmasi, Sabtu (9/11/2025).

Menurut Ismail, temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar terhadap kredibilitas sistem pengawasan Bea dan Cukai Batam.

“Apakah pengawasan mereka benar-benar lemah, atau justru dilemahkan? Fakta bahwa barang bekas bisa melenggang melalui jalur resmi menunjukkan ada celah besar yang harus dibongkar,” tandasnya.

Aliansi Peduli Kepri menuntut agar pihak Bea Cukai Batam memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait dugaan kelalaian ini.

“Ini bukan perkara sepele. Barang masuk lewat jalur resmi, segelnya sah atas nama Bea Cukai. Jadi bagaimana mungkin bisa lolos tanpa pemeriksaan? Ini harus diusut secara menyeluruh,” tegas Ismail dengan nada menekan.

Ia juga mendesak agar penyelidikan kepolisian tidak berhenti pada pelaku lapangan semata.

“Kita ingin tahu siapa yang memberi izin, siapa yang menutup mata. Jika aktor di balik layar tidak disentuh, sindikat semacam ini akan terus tumbuh subur,” lanjutnya.

Ismail turut mengingatkan bahwa Batam kini bukan hanya gerbang masuk barang bekas, tetapi juga berpotensi menjadi jalur penyelundupan limbah B3 yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Ini sangat mengkhawatirkan. Jika barang bekas bisa masuk tanpa kendali, bukan mustahil limbah beracun pun menyusup. Kita patut curiga ada jaringan besar yang sudah lama bermain,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan kesiapan aliansinya untuk membawa persoalan ini ke tingkat pusat jika proses pengungkapan kasus terhambat.

“Kami siap turun ke Jakarta, menyampaikan aspirasi langsung ke Dirjen Bea dan Cukai serta Kementerian Keuangan. Jangan ada pihak yang berani mengintervensi kerja kepolisian. Kami mendukung penuh langkah Polresta Barelang untuk menuntaskan kasus ini sampai ke akar-akarnya,” pungkasnya.

Fransisco Chrons

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest