Camp Pengelolaan Kayu Di Wailoba Diteror: Aktivitas Paksa Dihentikan, Pekerja Ketakutan, Dalangnya Diduga Oknum Anggota Dewan

More articles

Malut, Investigasi.News-, Camp pengelolaan Kayu Bulat di Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kab. Kepulauan Sula, Maluku Utara, kemarin sore Sabtu 08/11/2025 diteror dan diancam oleh seorang yang bernama S.
S datang mengamuk, memaki dan mengancam dengan menggunakan mesin sensor dan parang yang terselip di pinggangnya.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, serta keterangan pihak pekerja di camp pengelolaan kayu bulat milik CV. AEMM (Anugerah Empat Mangoli Mandiri) di Desa Wailoba, S datang sambil berteriak-teriak (mengamuk), kemudian mengeluarkan ancaman, bahkan S juga memaksa pekerja yang ada di Camp untuk menghentikan aktivitas kerjanya.

“Datang teriak-teriak, ancam mau bunuh, baru bawa parang dan mesin sensor”, kita jadi ketakutan, dia juga memaksa pekerjaan dihentikan”, ujar Samsudin Lek, salah satu pekerja yang mendapat ancaman (9/11).

Senada dengan Samsudin Lek, Jailan pekerja lainnya juga membenarkan menyangkut S yang datang ke camp kemudian mengamuk, dan melakukan serangkaian pengancaman.

“Saya sementara sedang bawa alat berat, disuruh turun secara paksa, dan diminta untuk menghentikan pekerjaan”, pungkas Jailan.

Sementara Rusdi Tidore, pekerja lainnya mengira tindakan kemarin merupakan settingan untuk menakut-nakuti kami yang bekerja disini.

“Seperti dong (mereka-red) sudah atur begitu, karena pas kejadian antua itu (orang itu) mengamuk langsung ada yang ambil video, sepertinya wartawan”, tandas Rusdi.

Terpisah, Jawal Fokaaya Direktur CV. AEMM mengaku gerah dengan adanya tindakan teror yang disertai ancaman di Camp miliknya.

“Saya akan tempuh jalur hukum, karena ini sudah berlebihan, masa pekerja saya diancam, kemudian aktivitasnya kerjanya dipaksa dihentikan, saya ini punya izin resmi, bukan barang ilegal”, tegas Jawal Berang.

Kepada investigasi, Jawal mengaku mengalami kerugian karena dari kemarin sore sampai hari Minggu sore, pekerjaan dihentikan, karena para pekerja merasa ketakutan.

“Saya sudah tunjuk kuasa hukum saya untuk melaporkan perbuatan melawan hukum ini, saya tau siapa yang bermain dibelakang ini”, imbuhnya.

Dapat dikabarkan, bahwa nama oknum anggota DPRD Sula sempat mencuat didalam persoalan ini, sumber investigasi menduga kuat oknum DPRD ini menjadi dalang dari serangkaian persoalan yang belakangan ini mendera Jawal dan CV. AEMM.

“Awalnya mereka menuding saya lakukan ilegal logging, sekarang sudah saya tunjukkan surat izin lengkap, tapi malah seperti mencari-cari kesalahan saya”, sesal Jawal.

Disentil siapa oknum DPRD yang dimaksud, Jawal hanya menjawab secara diplomasi, silahkan kalian perhatikan siapa DPRD Sula yang sibuk dengan saya punya barang ini, padahal bukan komisinya, siapa DPRD yang sebut pekerjaan saya ini Ilegal, silahkan Pak Wartawan sendiri yang menilai, tutup Jawal Fokaaya Direktur CV. AEMM yang melakukan eksplorasi pengelolaan kayu bulat di Desa Wailoba.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest