Aceh Singkil, Investigasi.News- Para tenaga pendidik (Guru) dari berbagai sekolah di Kecamatan Singkil berencana akan menyambangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait Tunjangan Khusus Guru (TKG) dari Kemendikdasmen RI bagi Guru korban terdampak banjir di Kabupaten Aceh Singkil.
Para dewan Guru yang notabene terdampak banjir merasa hak mereka dialihkan kepada guru yang tidak terdampak sama sekali.
Dari postingan salah percakapan Guru menanyakan kepada operator Kemendidaksmen tentang mereka para Guru yang terdampak banjir yang tidak terdata TKGB.
” Saya ingin menyampaikan informasi mengenai penyaluran TKGB di Kabupaten Aceh Singkil, yang tidak tepat sasaran begitu juga Sekolah dan Guru-guru terdampak tidak di data, bahkan yang menerima Sekolah dan Guru-guru yang tidak terdampak sama sekali,” ujarnya dalam chat tersebut.
Merespons informasi dari Guru tersebut, operator Kemendidaksmen menjelaskan bahwa data penerima tersebut di entri oleh operator Dinas Pendidikan setiap wilayah masing-masing.
”Mengenai Tunjangan Khusus Guru, mohon kesediaan bapak untuk berkoordinasi dengan dinas Pendidikan sesuai jenjang dan kewenangannya, dapat kami informasikan juga penerima TKG yang masuk ke dalam nominasi penerima tunjangan sepenuhnya adalah kewenangan adalah operator dinas untuk memilih kelayakan penerima tunjangan tersebut,” ujarnya.
Dalam chat tersebut, operator Kemendidaksmen menyuruh para Guru untuk berkoordinasi langsung dengan pihak Dinas terkait.
Sementara itu, Plt Kadisdikbud Aceh Singkil Amran Ramli, menyebut bahwa dinas tidak ada mendata melainkan pihak sekolah masing-masing.
”Yang data itu dari sekolah masing-masing, melalui link form yang telah di share ke masing-masing sekolah, kalau pihak dinas hanya memfasilitasi itu saja,” kata Amran yang kebetulan berada di diluar daerah via sambungan telepon kepada wartawan. Sabtu 10 Januari 2026.
Amran menambahkan, bahwa dana TKG tersebut kini masih tahap validasi, kalau kewenangan dinas hanya memfasilitasi.
”Kini tahap validasi, kita hanya memfasilitasi kalau bisa semua guru dapat,” imbuhnya.
Berikut TKG yang di terima Sekolah dan Guru korban terdampak banjir Tahun 2025.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan (PTK) yang terdampak bencana alam, termasuk banjir, pada awal tahun 2026.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai tunjangan tersebut:
1. Besaran dan Target Penerima
Besaran Tunjangan: Guru yang terdampak menerima bantuan sebesar Rp2.000.000 per orang.
Target: Tunjangan ini diberikan kepada sekitar 16.467 hingga 16.500 pendidik dan tenaga kependidikan.
Total Anggaran: Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp32 miliar hingga Rp35 miliar untuk program ini.
2. Wilayah Terdampak (Data Januari 2026)
Bantuan ini diprioritaskan bagi guru di wilayah yang mengalami bencana besar baru-baru ini, meliputi:
Sumatera: Wilayah terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jawa Timur: Guru yang terdampak banjir lahar Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.
3. Jadwal dan Mekanisme Penyaluran
Periode Penyaluran: Penyaluran dilakukan secara bertahap mulai Desember 2025 dan berlanjut hingga Februari 2026.
Metode: Dana ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru yang telah terverifikasi.
Verifikasi Data: Kemendikdasmen melakukan pendataan berdasarkan laporan dari satuan pendidikan yang terdampak bencana di berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga pendidikan menengah.(**)
Rusid Hidayat
Diduga Tunjangan Khusus Guru Korban Terdampak Banjir Aceh Singkil Tidak Tepat Sasaran, Ini Kata Plt Kadisdikbud






