Sungai Limau, investigasi.news – Seorang lansia bernama Raf’an (60 tahun), yang hidup sebatang kara di Korong Padang Olo, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, diduga tidak mendapatkan perhatian dari Wali Korong setempat selama lebih dari satu tahun.
Kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan kaki lumpuh dan mata rabun, ia tinggal sendirian di rumah peninggalan neneknya tanpa ada keluarga dekat yang merawatnya. Satu-satunya sanak saudara yang dimilikinya hanyalah kerabat jauh dari garis keturunan neneknya.
Padahal, sesuai amanat konstitusi, pemerintah seharusnya hadir untuk melindungi dan memberikan bantuan kepada setiap warga negara, terutama mereka yang dalam kondisi rentan. Namun, hingga kini, Raf’an sama sekali belum mendapatkan bantuan sosial atau perhatian dari pemerintah setempat.
Mengetahui kondisi tersebut, seorang wartawan Investigasi.news, Fachri, berinisiatif melaporkan kasus ini kepada Wali Nagari dan Camat. Respons dari kedua pihak ini cukup baik, namun yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa Wali Korong sebagai pemimpin di tingkat wilayah justru tidak menunjukkan kepedulian terhadap warganya?
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kinerja aparatur pemerintahan di tingkat korong. Jika pemimpin di tingkat desa atau nagari tidak sigap menangani warganya yang membutuhkan, maka sistem pelayanan publik di daerah patut dipertanyakan.
Sebagai jurnalis, saya mengajak seluruh pemangku kebijakan di nagari dan desa untuk lebih peka terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan perhatian. Jangan sampai mereka yang seharusnya mendapat prioritas justru terabaikan, sementara hal-hal yang kurang mendesak malah mendapat perhatian lebih.
Saya juga berharap Bupati Kabupaten Padang Pariaman dapat mengambil sikap tegas terhadap para Wali Korong yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Jabatan bukan sekadar status, tetapi amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Kasus seperti ini tidak boleh terulang lagi. Pemerintah harus lebih proaktif dalam memastikan tidak ada warga yang terlantar, terutama mereka yang berada dalam kondisi sulit seperti Raf’an. Jika aparatur pemerintahan di tingkat bawah tidak bisa menjalankan tugasnya, maka perlu evaluasi mendalam agar pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan efektif.
Ari










