Gowa, Investigasi.news – Pengerjaan proyek pengerukan aspal di poros jalan Pallangga, tepatnya di sekitar Stadion Kalegowa, kembali memakan korban. Seorang ibu dan anak terjatuh dari motor akibat jalan yang dikeruk tanpa rambu peringatan pada Senin (10/3/2025) sekitar pukul 21.00 WITA.
Menurut saksi mata di lokasi, kecelakaan tunggal ini bukan yang pertama kali terjadi. Bahkan, hampir setiap malam ada pengendara yang menjadi korban, dengan total sudah empat orang terjatuh akibat kondisi jalan yang berbahaya.
Salah satu korban, Annisa, bersama anaknya Faiz, mengalami luka-luka setelah sepeda motor Honda Beat yang mereka kendarai tergelincir saat melintasi jalan berlubang hasil pengerukan. Warga Kalukuang, Gowa ini mengungkapkan kekesalannya kepada awak media.
“Saya tidak tahu kalau aspalnya sudah dikeruk, karena tidak ada rambu sama sekali! Begitu saya lewat, ban motor langsung selip dan saya jatuh. Seharusnya kalau ada pengerjaan seperti ini, harus ada tanda atau peringatan!” ujar Annisa dengan nada geram.
Akibat kejadian tersebut, ibu dan anak ini mengalami luka di sekujur tubuh mereka.
Warga sekitar menyoroti lambannya penyelesaian proyek ini. Pengerjaan pengerukan sudah berlangsung beberapa hari, namun hingga kini tidak ada tindak lanjut dan tidak ada rambu pengaman.
“Sampai kapan kondisi ini dibiarkan? Apa harus ada korban jiwa dulu baru pemerintah bertindak?” cetus seorang warga geram.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak terkait yang memberikan klarifikasi atau solusi atas kondisi jalan yang berbahaya ini. Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum lebih banyak korban berjatuhan.
Laporan: Rizal








