Agam – Komitmen terhadap perlindungan kelompok rentan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Agam di bawah kepemimpinan Bupati Benni Warlis. Melalui Dinas Sosial Kabupaten Agam, bantuan sosial disalurkan kepada warga penyandang disabilitas intelektual sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.
Bantuan tersebut diberikan kepada Mutia, bersama sang abang Roni dan keluarganya, yang hidup dalam keterbatasan akibat kondisi disabilitas intelektual—sebuah gangguan perkembangan yang memengaruhi kemampuan berpikir serta adaptasi sosial sehari-hari.
Kini, Mutia, Roni, ibunda mereka Marlina, serta dua orang sepupu, berada dalam asuhan Murniati di kawasan Garegeh, Kota Bukittinggi. Di tengah keterbatasan, Murniati—yang masih memiliki ikatan keluarga yang berasal dari Balingka Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam—memilih untuk membuka pintu rumah sekaligus hatinya, merawat mereka dengan penuh ketulusan.
Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat, khususnya yang menyangkut kondisi sosial warga yang membutuhkan perhatian khusus.
“Setiap informasi yang kami terima langsung ditindaklanjuti melalui asesmen lapangan oleh tim sesuai bidangnya, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terukur,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Hasneril. Ia menjelaskan, pihaknya segera turun ke lokasi setelah menerima laporan, guna memastikan kondisi riil sekaligus menentukan bentuk intervensi yang dibutuhkan.
Selain bantuan kebutuhan dasar berupa pangan dan sandang, kehadiran tim Dinas Sosial juga membawa dukungan moril bagi keluarga tersebut—sebuah penguatan yang tak kalah penting dalam menghadapi keterbatasan.
“Kami sangat mengapresiasi ketulusan Ibu Murniati. Kepedulian beliau adalah cerminan nilai solidaritas sosial yang patut menjadi teladan,” ungkapnya.
Sebagai langkah lanjutan, Dinas Sosial Agam juga menggandeng Baznas Agam untuk memastikan keberlangsungan bantuan. Usulan tersebut mendapat respons positif, di mana Ketua Baznas Agam, Isman Imran, menyatakan kesiapan pihaknya memberikan dukungan selama tiga bulan ke depan.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan kepedulian masyarakat menjadi fondasi penting dalam memastikan kelompok rentan tidak terabaikan. Lebih dari sekadar bantuan, langkah ini diharapkan mampu menghadirkan harapan baru serta kehidupan yang lebih layak bagi mereka yang membutuhkan. Daji
















