Nasional, investigasi.news- Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki peran penting sebagai penopang jalannya program kementerian. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi, saat memimpin Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2025 di Aula Prona, Jakarta.
Pudji menegaskan, biro-biro yang berada di bawah Sekretariat Jenderal berfungsi sebagai pendukung tidak hanya bagi direktorat teknis, tetapi juga hingga level Kantor Wilayah BPN di provinsi dan Kantor Pertanahan di kabupaten/kota. Menurutnya, keberadaan Setjen menjadi krusial terutama dalam kondisi efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah.
“Peran Sekretariat Jenderal ini begitu penting. Dengan adanya efisiensi anggaran, kita perlu mengolah bagaimana caranya program kerja dapat dikelola dengan baik meski dengan anggaran terbatas,” ujar Pudji.
Pudji juga mengingatkan seluruh pejabat struktural di lingkungan Setjen untuk tetap bekerja maksimal dengan tetap mematuhi aturan. Pudji menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi semakin hari semakin berat, sehingga soliditas internal harus terus dijaga.
“Kita tidak boleh terpecah belah dalam setiap kegiatan. Saling percaya, jaga persaudaraan, dan semoga pekerjaan kita senantiasa lancar,” ucapnya.
Kegiatan Monev 2025 ini dibuka oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Andi Tenri Abeng. Ia menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi bertujuan memberikan pengarahan terkait progres kerja delapan biro yang berada di bawah Sekretariat Jenderal.
“Saat ini, progres penyerapan anggaran delapan biro dan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) di bawah Sekretariat Jenderal sudah menunjukkan perkembangan,” ungkap Andi.
Delapan biro yang hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Biro Perencanaan dan Kerja Sama; Biro Sumber Daya Manusia; Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko; Biro Keuangan dan Barang Milik Negara; Biro Hukum; Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol; Biro Umum dan Layanan Pengadaan; serta Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang.
Masing-masing kepala biro menyampaikan laporan terkait kondisi serta progres kinerja terkini di hadapan Sekjen. Dengan adanya forum ini, diharapkan koordinasi antarunit semakin solid sehingga tujuan program kementerian dapat tercapai, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Melalui Monev ini, Kementerian ATR/BPN berupaya memastikan setiap kegiatan yang dijalankan tetap sesuai target serta mendukung agenda strategis pemerintah dalam bidang agraria dan tata ruang. ( Wahyu )








