Agam, Investigasi.news – Upaya penanganan pengungsi pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam kini memasuki tahap krusial. Meski jumlah warga yang mengungsi terus menurun, ribuan jiwa masih bertahan di lokasi-lokasi darurat—sebuah kondisi yang menjadi perhatian khusus Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hingga Selasa (9/12) malam, tercatat 4.117 jiwa masih menempati posko pengungsian di empat kecamatan. Rinciannya: Palembayan 782 orang, Palupuah 128 orang, IV Koto 78 orang, Matur 255 orang, dan jumlah terbanyak berada di Tanjung Raya yang mencapai 2.865 orang.
Situasi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam rapat evaluasi penanganan pengungsi yang digelar secara daring antara BNPB dan Pemerintah Kabupaten Agam. Rapat diikuti Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal, Sekda Dr. M. Lutfie, Kalaksa BPBD Rahmad Lasmono, serta sejumlah kepala OPD. Dari BNPB hadir Staf Ahli Kepala BNPB Dody Ruswandi dan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Ani Eviana.
Dalam rapat itu, BNPB menegaskan bahwa penanganan pengungsi harus menjadi prioritas utama, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar dan penyediaan sarana yang layak bagi ribuan warga terdampak.
“Pengungsi harus ditempatkan di lokasi yang bermartabat dan dipenuhi seluruh kebutuhan dasar. Penanganannya harus melibatkan seluruh OPD di Agam,” tegas Ani Eviana.
BNPB juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak membiarkan warga terlalu lama tinggal di posko darurat seperti masjid dan sekolah. Pemindahan menuju Hunian Sementara (Huntara) atau Hunian Tetap (Huntap) disebut perlu segera dituntaskan.
Selain itu, BNPB meminta agar seluruh data kebutuhan pengungsi dikelola melalui satu pintu, yakni BPBD, guna memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.
Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal menyambut baik arahan tersebut. Ia meminta seluruh OPD meningkatkan koordinasi dan memastikan kualitas data di lapangan benar-benar akurat.
“Data yang kita susun harus valid dan terkonfirmasi. Tidak ada artinya data lengkap jika tidak sesuai kondisi di lapangan,” ujar Iqbal.
Dalam sepekan terakhir, jumlah pengungsi di Kabupaten Agam memang menunjukkan tren penurunan signifikan. Dari sebelumnya lebih dari 15.000 jiwa, kini tersisa 4.117 orang. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa upaya pemulihan dan penanganan pengungsi tetap menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
Daji








