Halsel | Investigasi.News – Alih-alih menjadi sarana pendidikan yang layak, proyek pembangunan SMPN 44 Satu Atap (Satap) satu lokal di Desa Sekely, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan justru menyisakan tanda tanya besar. Didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025, proyek bernilai ratusan juta rupiah itu kini disorot tajam publik karena diduga tak kunjung rampung.
Sorotan ini bukan tanpa alasan. Di tengah besarnya anggaran yang digelontorkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan, fakta di lapangan justru menunjukkan pekerjaan yang jauh dari kata selesai.
Lebih jauh lagi, persoalan transparansi dan kualitas pekerjaan ikut mencuat ke permukaan. Meski papan informasi proyek terpampang, namun realisasi fisik justru berbicara lain. Sejumlah bagian penting bangunan hingga kini belum terpasang, mulai dari enam bingkai jendela, satu unit pintu, hingga teras yang belum juga dicor.
Kondisi ini semakin menguatkan dugaan bahwa proyek tersebut dikerjakan tidak maksimal. Ironisnya, pekerjaan yang seharusnya tuntas pada tahun 2025 itu kini memasuki 2026 tanpa kejelasan penyelesaian.
Tak berhenti di situ, lambannya progres pekerjaan memicu kekecewaan masyarakat. Warga mempertanyakan keseriusan pelaksana proyek serta efektivitas penggunaan anggaran negara yang seharusnya berdampak langsung pada peningkatan fasilitas pendidikan.
Desakan pun mulai bermunculan. Masyarakat meminta agar pihak terkait segera turun tangan dan menuntaskan pekerjaan yang mangkrak tersebut, sekaligus membuka secara transparan penggunaan anggaran yang telah dikucurkan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah SMPN 44 Satap maupun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi. Bungkamnya pihak terkait semakin mempertegas tanda tanya besar di balik proyek ini.
(Jk)
















