Viral Live Di FB Tuding Polisi Di Malut Penanganan Perkara Pakai Uang, Pelaku Diduga Perempuan Dari Tobelo

More articles

Malut, Investigasi.News-, Isu dugaan praktik “bayar-bayar” mencuat dalam sebuah video siaran langsung di Facebook yang kemudian menjadi viral, setelah seorang wanita diduga asal Tobelo-Halut menyampaikan pernyataan kontroversial yang menyinggung aparat Kepolisian dan proses penegakan hukum yang di wilayah Maluku Utara.

Dalam siaran tersebut, wanita itu berbicara menggunakan bahasa lokal Maluku Utara yang dicampur istilah asing, dengan nada menantang serta disertai gestur jari yang diduga mengarah pada simbol uang.

“Ngoni sampe balapor kita, kita angka dua jempol dulu e, empat jempol deng kaki kalo kita so di dalam bui. Memang ngoni jago, memang ngoni pe orang dalam kuat. Kalo ngoni kala di sini“, ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian berkembang menjadi narasi yang mengaitkan proses hukum dengan kekuatan finansial, sehingga memunculkan persepsi publik terkait adanya praktik “bayar-bayar” dalam penanganan perkara.

“Kalo memang ngoni pe doy banyak, saya di dalam. Orang dalam banyak kalo ngoni pe many hiwa, I don’t care. Polisi is good bye ya“, lanjutnya dalam siaran langsung tersebut.

Ucapan itu dinilai memperkuat asumsi publik bahwa faktor uang dapat mempengaruhi hasil proses hukum, hingga menyeret nama institusi kepolisian ke dalam sorotan warganet.

“Pemirsa ngoni liat saja, kalo sampe saya maso ka dalam berarti saya kalah doy. Polisi tra akan maha-maha ngoni kalo ngoni tra ada doy,” tandasnya lagi.

Selain menyampaikan pernyataan tersebut, wanita itu juga terlihat memegang produk kecantikan selama siaran berlangsung, memunculkan dugaan adanya aktivitas promosi dalam video yang viral itu.

Video tersebut kemudian menyebar luas setelah dibagikan oleh akun Facebook bernama Fanny Dee dan sejumlah akun lainnya, hingga memicu beragam tanggapan dari publik.

Sebagian warganet menilai isi pernyataan tersebut berpotensi merusak citra kepolisian dan memperkuat stigma negatif di tengah masyarakat, sementara lainnya mendesak adanya klarifikasi resmi untuk merespons isu yang berkembang.

Berdasarkan penelusuran sumber media ini, wanita dalam video diduga merupakan pemilik akun “Nyai Chalista Penyubur Rambut” yang disebut berasal dari Tobelo, Halmahera Utara. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait viral video tersebut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest