Tragis! Zhea, Balita 1,2 Tahun Meninggal Usai Dirawat di RSU M. Natsir Solok, Orang Tua Pertanyakan Penanganan Medis

More articles

Kota Solok, Investigasi.news — Duka mendalam menyelimuti pasangan Nurbaiti dan Satria Fernando, warga Simpang Rumbio, Kota Solok. Putri ketiga mereka, Zhea Arsila Nursa, balita berusia 1 tahun 2 bulan, menghembuskan napas terakhirnya usai menjalani perawatan di RSU M. Natsir Solok. Kematian Zhea menyisakan tanda tanya besar — bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi publik yang mulai mempertanyakan standar layanan dan tanggung jawab medis rumah sakit pemerintah tersebut.

“Awalnya anak saya hanya demam biasa. Tapi setelah dirawat dan diberi obat di RSU, seluruh tubuhnya tiba-tiba dipenuhi bercak merah darah. Lalu kejang-kejang dan akhirnya meninggal,” ungkap Nurbaiti dengan suara bergetar kepada Investigasi.news, Kamis (10/7/2025).

Menurut keterangan Nurbaiti, Zhea mulai demam pada Rabu malam (9/7), sekitar pukul 21.00 WIB. Karena suhu tubuh tak kunjung turun hingga pukul 02.00 dini hari, pasangan tersebut memutuskan membawa Zhea ke UGD RSU M. Natsir yang tak jauh dari rumah mereka.

Di UGD, Zhea langsung ditangani. “Dipasang infus dan diberi obat lewat infus. Tapi sekitar pukul 9 pagi, anak saya kembali kejang hebat. Saya berteriak-teriak minta tolong. Beberapa tenaga medis datang, tapi hanya melihat dan memfoto anak saya. Tidak ada tindakan cepat,” kata Nurbaiti pilu.

Yang lebih mengejutkan, pihak rumah sakit meminta Nurbaiti menandatangani surat persetujuan tindakan medis sekitar pukul 10.00 pagi, sambil menyebutkan bahwa Zhea akan ditangani oleh seorang dokter bernama dr. Cindi. “Tapi dokter itu baru datang jam 2 siang. Bagaimana mungkin anak saya dalam kondisi kritis, tapi dokter yang ditunggu baru datang empat jam kemudian?” ujarnya penuh kecewa.

Setibanya dr. Cindi, Zhea kembali diberi obat melalui infus dan kapsul lewat anus. Tak lama setelah itu, bintik-bintik merah mulai menyebar di tubuhnya. Puncaknya, setelah suntikan antibiotik diberikan, bercak merah tersebut membesar dan menjalar cepat. “Tubuh anak saya penuh merah. Saya lapor ke perawat, mereka hanya memfoto lagi. Tidak ada penanganan darurat. Akhirnya anak saya meninggal,” tutur Nurbaiti sambil terisak.

Tim Investigasi.news mencoba menghubungi Direktur RSU M. Natsir, dr. Elfi Fitraneti, Sp.PD., Finasim, melalui telepon dan WhatsApp, namun tak mendapat respons. Keesokan harinya, barulah ada balasan singkat dari sang direktur yang menyatakan tengah mengikuti ujian di Padang, dan menyarankan konfirmasi dilanjutkan ke Pj Wakil Direktur.

Di rumah sakit, tim diterima oleh Kabag TU yang akrab disapa Buk Upik dan Kabag Umum dr. Dewi. Mereka mengakui adanya kelalaian dalam identifikasi tenaga medis. “Tanda pengenal dokter yang menangani pasien memang tidak jelas, sehingga keluarga tidak bisa membedakan mana dokter dan mana perawat,” ujar Buk Upik.

Terkait tudingan kelambanan tindakan medis dan pemberian obat yang memicu kondisi memburuk, pihak rumah sakit tetap bersikukuh telah menjalankan prosedur sesuai SOP. “Kami sudah menjelaskan ke pihak keluarga dari awal hingga akhir penanganan. Mediasi telah dilakukan dengan baik dan keluarga menerima,” tambahnya.

Namun pernyataan rumah sakit itu tak serta merta menutup kasus. Publik mulai mempertanyakan transparansi penanganan, dugaan salah obat, keterlambatan dokter, hingga sikap tenaga medis yang hanya “melihat dan memfoto” pasien dalam kondisi gawat.

Apakah ini kelalaian medis? Apakah antibiotik yang disuntikkan memicu reaksi fatal? Mengapa dokter utama baru hadir beberapa jam setelah pasien dalam kondisi kejang-kejang? Ini bukan hanya tragedi satu keluarga — ini peringatan keras tentang sistem yang harus diperbaiki.

Investigasi.news akan terus mendalami kasus ini dan menghadirkan informasi lanjutan. Kematian Zhea tidak boleh berlalu begitu saja.

Wahyu 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest