Muara Teweh, investigasi.news– Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Barito Utara, Ny. Melly Novita Indra Gunawan, secara resmi melantik 11 Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Lahei Barat. Pelantikan berlangsung di Aula Kecamatan Lahei Barat pada Senin (11/08/2025).
Dalam sambutannya, Ny. Melly Novita menekankan pentingnya amanah yang diemban para Ketua TP PKK Desa. “Semoga amanah ini dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Saya berharap TP PKK Desa tidak hanya menjadi dinamisator program dan kegiatan, tetapi juga terus membina kader, kelompok PKK, Dasa Wisma, dan masyarakat luas agar berpartisipasi aktif dalam pembangunan melalui gerakan PKK,” ujarnya.
Pj. Ketua TP PKK juga menekankan pentingnya melanjutkan program-program yang telah dirintis pendahulu, seperti penurunan angka stunting, peningkatan fungsi PAUD di Posyandu, partisipasi dalam menurunkan inflasi melalui pemanfaatan pekarangan, serta program peningkatan kesetaraan gender. “Lanjutkan dan tingkatkan kiprah pengabdian tersebut, karena dukungan tim penggerak PKK masih sangat diperlukan,” tambahnya.
Adapun Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Lahei Barat yang dilantik antara lain:
* Ny. Demi – Desa Karamuan
* Ny. Paridah – Desa Benao Hulu
* Ny. Suharni – Desa Benao Hilir
* Ny. Seli Respiana – Desa Teluk Malewai
* Ny. Rusmini – Desa Papar Pujung
* Ny. Liliyani – Desa Jangkang Lama
* Ny. Aca – Desa Jangkang Baru
* Ny. Widia Wati – Desa Nihan Hulu
* Ny. Tunjung Wulan Dari – Desa Nihan Hilir
* Ny. Nia Kusmita – Desa Luwe Hulu
* Ny. Miranti – Desa Luwe Hilir
Setelah pelantikan, Pj. TP PKK Kabupaten Barito Utara melakukan monitoring Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Dahlia sekaligus menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil.
Ny. Melly Novita menyampaikan, kegiatan pembinaan Posyandu dan pemberian PMT merupakan wujud kontribusi nyata dalam mendukung penurunan stunting. “Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar di desa harus terus diperkuat dengan pendekatan Holistik Integratif, yang mencakup pelayanan kesehatan, pendidikan anak usia dini, perlindungan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Di Desa Benao Hilir, tercatat 116 balita dengan berbagai rentang usia: 0–12 bulan sebanyak 22 anak, 1–2 tahun sebanyak 21 anak, dan di atas 3 tahun sebanyak 73 anak, dengan 10 anak mengalami stunting. Sementara ibu hamil berjumlah 5 orang, di antaranya 2 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).






